Industri
Home / Industri / Pemeintah Rombak Total Formula Harga Nikel dan Bauksit

Pemeintah Rombak Total Formula Harga Nikel dan Bauksit

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dok

JAKARTA — Pemerintah Indonesia resmi merombak total formula harga patokan mineral (HPM) untuk komoditas strategis nikel dan bauksit.

Kebijakan baru yang tertuang dalam Kepmen ESDM No. 144/2026 dan berlaku mulai 15 April 2026 ini menjadi langkah besar dalam memperketat tata kelola sektor pertambangan nasional.

Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah mengubah pendekatan penentuan harga dari yang sebelumnya sederhana menjadi lebih kompleks dan berbasis kualitas riil mineral.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Tri Winarno, menegaskan bahwa perubahan ini dilakukan untuk menjawab dinamika pasar global yang semakin fluktuatif sekaligus memastikan keadilan bagi seluruh pelaku industri.

“Formula ini dirancang agar lebih adaptif, transparan, dan mampu mengoptimalkan penerimaan negara,” ujarnya, Selasa (14/5/2026).

Prabowo–Putin Kunci Arah Baru Poros Indonesia–Rusia: Deal Energi, Industri, dan Investasi

Nikel Kini Dinilai Lebih Ketat dan Menyeluruh

Perubahan paling signifikan terjadi pada komoditas nikel. Jika sebelumnya harga hanya ditentukan oleh kadar nikel, kini formula baru memasukkan berbagai variabel tambahan seperti kandungan besi (Fe), kobalt (Co), krom (Cr), serta kadar air (moisture content).

Namun, tidak semua unsur langsung dihitung. Pemerintah menetapkan ambang batas tertentu, seperti kadar besi minimal 35 persen dan kobalt minimal 0,05 persen agar dapat memengaruhi harga.

Selain itu, nilai corrective factor (CF) juga dibedakan:

– 30 persen untuk nikel, besi, dan kobalt
– 10 persen untuk krom

Skema ini membuat kualitas bijih nikel menjadi faktor penentu utama dalam pembentukan harga, sekaligus mendorong perusahaan meningkatkan standar produksi. Perusahaan besar seperti PT Vale Indonesia diperkirakan turut menyesuaikan strategi operasionalnya.

Geger! Napi Korupsi Nikel Bebas Berkeliaran di Kendari

Bauksit Tak Lagi “Longgar”, Silika Jadi Penentu

Untuk bauksit, pemerintah menambahkan faktor baru berupa kandungan reaktif silika (R-SiO₂) dan kadar air sebagai variabel pengurang harga.

Dalam aturan baru:

– R-SiO₂ hingga 2 persen tidak dikenai penalti
– Di atas 2 persen, setiap kenaikan 0,5 persen akan mengurangi harga sebesar US$1/dmt, dengan batas maksimal pengurangan US$3,5/dmt

Di sisi lain, kadar aluminium oksida (Al₂O₃) tetap menjadi faktor utama:

– Di atas 47 persen, harga naik US$1,4/dmt per kenaikan 1 persen
– Di bawah 47 persen, harga turun dengan nilai yang sama

Makassar, Manado Siap Ubah Sampah Jadi Energi, Kendari Masih Berkubang di TPA

Kombinasi ini membuat kualitas bauksit menjadi semakin krusial dalam menentukan nilai jual di pasar.

Perubahan Satuan: Dampak Besar di Balik Angka

Pemerintah juga mengubah satuan harga dari US$/DMT (dry metric ton) menjadi US$/WMT (wet metric ton). Perubahan ini berlaku luas untuk berbagai komoditas mineral, termasuk nikel, bauksit, kobalt, tembaga, hingga pasir besi.

Langkah ini dinilai strategis karena memperhitungkan kadar air dalam transaksi, yang selama ini kerap menjadi celah perbedaan nilai di lapangan.

Era Baru Harga Mineral Indonesia

Kebijakan ini sekaligus menggantikan aturan sebelumnya dalam Kepmen ESDM No. 268/2025 yang dinilai belum mampu mengakomodasi kompleksitas pasar global.

Pemerintah pun meminta seluruh pelaku usaha segera beradaptasi, termasuk melakukan koordinasi intensif dengan surveyor untuk memastikan implementasi berjalan sesuai ketentuan.

Dengan perubahan ini, Indonesia tidak hanya memperketat kontrol terhadap harga mineral, tetapi juga menandai dimulainya era baru: harga berbasis kualitas, transparansi, dan efisiensi.

Bagi industri, ini bukan sekadar perubahan regulasi—melainkan titik balik yang akan menentukan siapa yang mampu bertahan dan siapa yang tertinggal di tengah kompetisi global. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits