KENDARI – Aktivitas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengungkap fakta yang tak bisa dipandang remeh: pergerakan Sesar Kendari kembali memicu gempa bumi dangkal di wilayah Sulawesi Tenggara.
Gempa bermagnitudo 2,3 mengguncang wilayah Kendari pada Senin malam (13/4/2026) pukul 23.39 WITA. Meski tergolong kecil, peristiwa ini menjadi sinyal adanya aktivitas tektonik yang terus berlangsung di bawah permukaan.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa episenter gempa berada di darat, sekitar 20 kilometer tenggara Kendari, dengan kedalaman hanya lima kilometer—kategori gempa dangkal yang berpotensi terasa di permukaan.
“Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar Kendari segmen sentral,” ujarnya melalui rilis BMKG.
Berdasarkan analisis shakemap dan laporan warga, getaran dirasakan di wilayah Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, dengan intensitas II MMI—cukup untuk dirasakan di dalam rumah, meski belum menimbulkan kerusakan.
Hingga pemantauan terakhir, BMKG memastikan belum ada gempa susulan. Namun, kondisi ini justru memunculkan kekhawatiran laten: apakah gempa kecil ini hanya pembuka dari potensi yang lebih besar?
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada dan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal terverifikasi, termasuk aplikasi Info BMKG dan media sosial @infoBMKG.
Di tengah minimnya dampak yang terlihat, satu hal menjadi jelas—aktivitas sesar di Kendari bukanlah fenomena rutin, tetapi peringatan dini yang kerap luput dari perhatian. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment