KENDARI – Suasana di lingkungan akademik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara mulai bergerak dinamis.
Pemilihan Rektor (Pilrek) periode 2026–2030 segera bergulir dan perlahan memunculkan tensi baru di internal kampus.
Momentum ini hadir di tengah sorotan pemeringkatan Webometrics 2026, yang menempatkan perguruan tinggi terbesar di daerah itu pada posisi 30 nasional dan 2481 dunia.
Capaian tersebut membuat reputasi akademik UHO dalam sorotan besar karena masih berada di papan bawah dibanding sejumlah perguruan tinggi besar di Indonesia, sehingga tekanan untuk melakukan pembenahan kian menguat.
Di tengah situasi itu, kursi rektor kini mulai diperebutkan. Pilrek menjadi ruang penting yang akan menentukan arah kebijakan akademik dan masa depan kampus dalam lima tahun ke depan.
Di satu sisi, UHO dihadapkan pada tuntutan peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan daya saing global. Di sisi lain, proses suksesi kepemimpinan kini mulai berjalan dan menjadi perhatian serius civitas akademika.
Tahapan Pilrek sendiri telah memasuki fase awal. Panitia penyelenggara telah dibentuk melalui rapat senat dan mulai menyiapkan sejumlah perangkat penting, mulai dari tata cara pemilihan, syarat pendaftaran calon, hingga mekanisme sosialisasi.
Netralitas dan Transparansi
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo, Dr. Herman, menegaskan bahwa seluruh proses Pilrek akan dijalankan secara netral, terbuka, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun.
Ia juga menepis isu yang mengaitkan dirinya dengan pencalonan dan menegaskan bahwa hingga saat ini belum pernah menyatakan diri untuk maju dalam kontestasi tersebut.
“Sampai sekarang saya tidak pernah menyatakan diri mau maju,” ujarnya Selasa (28/4/2026).
Herman menekankan bahwa seluruh anggota senat memiliki hak penuh dalam menentukan pilihan tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Ia juga memastikan bahwa semua kandidat yang memenuhi syarat akan mendapatkan ruang yang sama untuk berkompetisi secara terbuka.
Setelah jadwal resmi ditetapkan, tahapan Pilrek akan berlanjut ke pendaftaran calon rektor serta koordinasi dengan kementerian terkait.
Di tengah proses yang mulai berjalan ini, UHO berada pada titik penting: antara kebutuhan meningkatkan reputasi akademik dan momentum menentukan arah kepemimpinan baru kampus.
Berikut Daftar 30 Universitas Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2026
1. Universitas Indonesia – Dunia #543
2. Universitas Gadjah Mada – #694
3. Institut Teknologi Bandung – #841
4. IPB University – #994
5. Universitas Brawijaya – #1024
6. Universitas Diponegoro – #1027
7. Universitas Sebelas Maret – #1065
8. Institut Teknologi Sepuluh Nopember – #1093
9. Universitas Hasanuddin – #1163
10. Universitas Pendidikan Indonesia – #1261
11. Universitas Bina Nusantara – #1268
12. Universitas Negeri Malang – #1304
13. Telkom University – #1310
14. Universitas Sumatera Utara – #1430
15. Universitas Andalas – #1559
16. Universitas Airlangga – #1616
17. Universitas Sriwijaya – #1630
18. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta – #1760
19. Universitas Lampung – #1839
20. Universitas Padjadjaran – #1836
21. Universitas Muhammadiyah Malang – #1896
22. Universitas Jember – #1903
23. Universitas Jenderal Soedirman – #2061
24. Universitas Negeri Surabaya – #2186
25. Universitas Muhammadiyah Surakarta – #2248
26. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa – #2267
27. Universitas Medan Area – #2393
28. Universitas Mataram – #2410
29. UIN Sunan Gunung Djati Bandung – #2444
30. Universitas Halu Oleo – #2481 dunia
(MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment