Industri
Home / Industri / Presiden Prabowo Percepat Hilirisasi Aspal Buton di Sulawesi Tenggara

Presiden Prabowo Percepat Hilirisasi Aspal Buton di Sulawesi Tenggara

Harta karun Tambang Aspal Buton di Sulawesi Tenggara. Dok PU

JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat agenda hilirisasi nasional, dengan Aspal Buton (Asbuton) di Sulawesi Tenggara menjadi salah satu proyek strategis yang diproyeksikan memberi dampak ekonomi besar hingga puluhan triliun rupiah.

Dalam rangka groundbreaking tahap II proyek hilirisasi sektor energi dan sumber daya mineral, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci kebangkitan ekonomi nasional berbasis pengolahan sumber daya di dalam negeri.

Program ini merupakan tindak lanjut dari feasibility study (FS) yang disusun Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional di bawah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sebelum kemudian dieksekusi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai proyek investasi strategis nasional.

Aspal Buton Jadi Fokus Strategis Hilirisasi

Salah satu proyek yang mendapat sorotan utama adalah pengembangan Aspal Buton, yang diproyeksikan menjadi pilar kemandirian bahan baku infrastruktur nasional.

Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman, menyebut kebijakan hilirisasi Asbuton berpotensi memberikan dampak ekonomi hingga Rp22,67 triliun.

WALHI Sultra Desak Pemerintah Hentikan Operasi Tambang Nikel PT Wijaya Inti Nusantara

“Langkah strategis ini menjadi upaya konkret menuju kemandirian material konstruksi sekaligus mengurangi ketergantungan impor aspal,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan peningkatan penggunaan Asbuton dari sekitar 4 persen menjadi 30 persen (skema A30) dari total kebutuhan nasional.

Hemat Devisa dan Dorong Industri Dalam Negeri

Dengan kebijakan tersebut, Asbuton diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp4,08 triliun per tahun, sekaligus menciptakan efek ekonomi berantai hingga Rp22,67 triliun.

Selain efisiensi fiskal, kebijakan ini juga dipandang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja baru di sektor industri pengolahan aspal dalam negeri.

Namun, Gapensi menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan teknologi pengolahan serta konsistensi kualitas material di lapangan.

MK Tolak Gugatan PPPK, Dalil Pemohon Dinilai Lemah

“Ini peluang besar, tapi implementasinya harus dibarengi kesiapan teknologi dan standar kualitas yang ketat,” kata Andi.

Dorongan Regulasi dan Penguatan Pasar Asbuton

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Menteri (Permen) untuk mewajibkan penggunaan Asbuton secara lebih luas di proyek infrastruktur nasional.

Menteri PU menargetkan aturan tersebut dapat segera diterapkan untuk mempercepat substitusi aspal impor, yang saat ini masih mendominasi pasar nasional.

Skema A30 akan menjadi dasar kebijakan baru, dengan harapan porsi aspal impor dapat ditekan signifikan melalui pemanfaatan sumber daya domestik.

Strategi Besar Hilirisasi Nasional

Presiden Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi tidak hanya berfokus pada sektor energi dan mineral, tetapi juga pada pembangunan kemandirian industri bahan baku strategis seperti aspal.

Gawat, Kasus HIV Meledak di Sulawesi Tenggara

Dengan penguatan Asbuton, pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor material dasar infrastruktur, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits