Inspirasi Edukasi Kendari
Home / Sultra / Kendari / Dari Kendari, Keysha Menembus Jarak Ribuan Kilometer Demi Kursi Impian di UNAIR

Dari Kendari, Keysha Menembus Jarak Ribuan Kilometer Demi Kursi Impian di UNAIR

Kesya Arnelita Ilham, siswi MAN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara. Dok UNAIR

SURABAYA – Di balik ketatnya persaingan UTBK SNBT, tersimpan kisah-kisah perjuangan tentang keberanian menembus batas.

Dari timur Indonesia hingga jantung Pulau Jawa, para pelajar rela melintasi ribuan kilometer demi satu tujuan: meraih kursi di kampus impian, Universitas Airlangga.

Salah satunya adalah Kesya Arnelita Ilham, siswi MAN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dengan tekad yang tak goyah, ia menempuh perjalanan udara selama kurang lebih delapan jam menuju Surabaya—sebuah langkah besar yang menjadi simbol keberanian mengejar masa depan.

“Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Surabaya,” ujarnya dengan mata berbinar sebagaimana dimonitor di laman UNAIR, Jumat (24/4/2026).

Arus Logistik Melambat, Kendari Butuh Tambahan Dermaga

“Saya sangat senang bisa ikut UTBK di UNAIR, ini kampus impian saya.”

Di kota yang asing baginya, Kesya tidak hanya datang membawa harapan, tetapi juga persiapan panjang.

Sejak awal kelas XII, ia telah menempa diri lewat bimbingan belajar dan try out daring tanpa henti. Pilihannya jatuh pada program studi ekonomi dan keperawatan—dua bidang yang ia yakini dapat mengantarkannya pada masa depan yang lebih baik.

Selama ujian berlangsung, ia merasakan kenyamanan fasilitas yang mendukung. Namun lebih dari itu, kekuatan terbesarnya adalah doa dan dukungan keluarga yang tak pernah putus.

“Fasilitasnya sangat nyaman, tidak ada kendala. Keluarga selalu mendukung saya,” tuturnya.

Gaduh Lapak UMKM Jelang HUT Sultra, Ada Apa?

Dari sudut lain Indonesia, kisah serupa datang dari Bintang Destriana Rante Kombong Padondan, peserta asal Kalimantan Timur. Ia datang sendiri ke Surabaya—sebuah perjalanan sunyi yang sarat makna.

Sejak SMA, ia sudah terbiasa merantau, membangun kemandirian demi cita-cita menjadi seorang notaris.

Baginya, memilih program studi hukum di UNAIR bukan sekadar pilihan akademik, tetapi langkah strategis menuju masa depan yang ia impikan.

“Saya ingin pendidikan yang lebih tinggi, lebih baik, dan bereputasi,” katanya mantap.

Di tengah tekanan ujian, Bintang justru menawarkan perspektif sederhana namun kuat: jangan biarkan diri tenggelam dalam beban.

USN Kolaka Gandeng PT Ceria Cetak SDM Siap Pakai di Industri Nikel

“Kerjakan, pulang, lalu lupakan. Jangan terlalu tertekan,” pesannya.

Kisah Kesya dan Bintang adalah potret nyata generasi muda Indonesia yang berani melampaui batas geografis dan kenyamanan. Mereka membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal jarak—yang dibutuhkan hanyalah tekad, kerja keras, dan keberanian untuk melangkah.

Di ruang-ruang ujian itu, bukan hanya soal yang dijawab. Ada harapan yang dipertaruhkan, ada masa depan yang sedang diperjuangkan.

Dan dari ribuan kilometer perjalanan itu, satu hal menjadi jelas: mimpi besar selalu layak diperjuangkan, sejauh apa pun jaraknya. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits