Ekonomi & Bisnis
Home / Ekonomi & Bisnis / Impor Tinggal 5 Persen, Indonesia Menuju Swasembada Pangan Total

Impor Tinggal 5 Persen, Indonesia Menuju Swasembada Pangan Total

Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman. Dok

KARAWANG — Indonesia semakin dekat menuju swasembada pangan total.

Pemerintah mencatat, impor pangan strategis kini hanya sekitar 5 persen dari total kebutuhan konsumsi nasional—sebuah capaian yang dinilai telah memenuhi standar swasembada global.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi interaktif bersama pengamat, akademisi, dan media di Gudang Filial Perum Bulog Karawang, Jawa Barat, pada 23 April 2026.

Menurutnya, rasio impor Indonesia saat ini bahkan lebih rendah dari batas maksimal swasembada yang ditetapkan Food and Agriculture Organization, yakni 10 persen.

“Total impor kita sekitar 3,5 juta ton dari produksi 73 juta ton. Jika dibandingkan kebutuhan konsumsi 68 juta ton, itu hanya sekitar 5 persen. Artinya, kita sudah berada dalam kategori swasembada pangan,” jelas Amran.

Investasi Meledak di Era Prabowo: Regulasi Dipangkas, Indonesia Kejar Standar Dunia

Produksi Kuat, Impor Terkendali

Dari total 11 komoditas pangan strategis, produksi nasional mampu mencapai 73,7 juta ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi berada di angka 68,7 juta ton. Selisih ini menunjukkan kapasitas produksi dalam negeri yang kian solid.

Meski demikian, impor masih terjadi pada beberapa komoditas tertentu seperti kedelai (2,6 juta ton), bawang putih (600 ribu ton), dan daging ruminansia (350 ribu ton). Namun secara agregat, ketergantungan terhadap impor dinilai semakin kecil.

Sebelas komoditas yang menjadi indikator swasembada mencakup beras, jagung pakan, cabai, daging ayam, telur, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, hingga daging sapi/kerbau.

Beras Jadi Pilar Utama

Beras tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional dengan kontribusi konsumsi mencapai 45,2 persen atau sekitar 31,1 juta ton per tahun.

Pemerintah memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman, ditopang oleh lonjakan signifikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Per 23 April 2026, stok beras di Bulog telah menembus lebih dari 5 juta ton—melonjak 264,2 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya yang hanya 1,37 juta ton.

Job Fair HUT Sultra: Ribuan Lowongan Tersedia, Dominan Industri Nikel

Dibandingkan tahun lalu, stok tersebut juga meningkat 65,8 persen dari posisi 3,01 juta ton.

Tak hanya stok, serapan produksi dalam negeri juga menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, realisasi serapan setara beras mencapai 2,31 juta ton, meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun 2024 yang hanya 259,9 ribu ton.

Fondasi Kemandirian Pangan

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, pemerintah optimistis fondasi kemandirian pangan semakin kokoh. Tidak hanya dari sisi karbohidrat, tetapi juga pemenuhan protein masyarakat.

“Satu, pangan beres. Dua, protein beres. Kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi,” tegas Amran.

Optimisme ini juga diperkuat oleh pandangan ekonom Ichsanuddin Noorsy yang menilai Indonesia telah berada di jalur yang tepat menuju kemandirian, khususnya untuk komoditas beras.

Harga Cabai-Bawang Meroket, Kemendagri Sentil Pemda: Jangan Diam Saat Rakyat Menjerit

“Kita sepakat bahwa untuk beras, Indonesia sudah mendekati kemandirian,” ujarnya.

Dampak Positif ke Petani

Keberhasilan ini turut tercermin dari peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP).

Sejak Juli 2024, NTP konsisten berada di atas 120, bahkan mencapai 126,11 pada Desember 2025 dan Februari 2026—tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa penguatan produksi dalam negeri dan pengendalian impor tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan tren produksi yang terus menguat, stok yang melimpah, serta impor yang semakin terkendali, Indonesia kini berada di jalur mantap menuju swasembada pangan total. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits