JAKARTA — Prabowo Subianto tancap gas memperkuat iklim investasi nasional dengan langkah tegas: memangkas regulasi penghambat dan mendorong Indonesia sejajar dengan standar global. Instruksi ini muncul di tengah lonjakan realisasi investasi yang hampir menyentuh Rp500 triliun pada kuartal pertama 2026.
Dalam laporan kepada Presiden, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa realisasi investasi kuartal I 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target Rp497 triliun. Angka ini tumbuh 7,22 persen secara tahunan (year on year) dan berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja.
“Minat investor terhadap Indonesia tetap sangat tinggi meskipun dunia sedang dilanda ketidakpastian geopolitik dan geokonomi,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, 21 April 2026.
Namun, Presiden Prabowo menilai capaian tersebut harus dijaga dengan langkah konkret. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi regulasi yang memperlambat arus investasi.
“Jangan sampai regulasi kita justru menghambat. Jika menghambat, harus dihapus,” tegas Rosan menyampaikan arahan Presiden.
Benchmark Global: ASEAN hingga OECD
Selain deregulasi, Presiden juga mendorong pembenahan kebijakan dengan mengacu pada praktik terbaik internasional. Indonesia diminta melakukan benchmarking dengan negara-negara ASEAN hingga standar Organisation for Economic Co-operation and Development guna menciptakan iklim investasi yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang sekaligus mempercepat transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi.
Investasi Merata, Sektor Hilirisasi Mendominasi
Komposisi investasi menunjukkan keseimbangan antara penanaman modal asing dan domestik. Investasi asing tercatat Rp249,94 triliun, sementara distribusi wilayah relatif merata—luar Jawa menyerap 50,37 persen dan Jawa 49,63 persen.
Sektor yang mendominasi masih berkaitan dengan hilirisasi, khususnya industri logam dasar seperti smelter. Selain itu, sektor jasa, pertambangan, kawasan industri, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi juga mencatat kontribusi signifikan.
Target Ambisius Rp13.000 Triliun
Dalam jangka panjang, tren investasi Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan. Pada periode 2014–2024, total investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun. Angka tersebut ditargetkan melonjak menjadi lebih dari Rp13.000 triliun pada periode 2025–2029.
Capaian ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas investasi di tengah gejolak global, tetapi juga tengah bertransformasi menjadi destinasi investasi yang semakin kompetitif di tingkat dunia. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment