Ekonomi & Bisnis Sultra
Home / Sultra / Job Fair HUT Sultra: Ribuan Lowongan Tersedia, Dominan Industri Nikel

Job Fair HUT Sultra: Ribuan Lowongan Tersedia, Dominan Industri Nikel

Area tambang nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Arsip

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka 1.717 lowongan kerja dalam kegiatan job fair yang digelar di Kantor Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja di Kota Kendari, 24–26 April 2026.

Sebanyak 44 perusahaan ambil bagian dalam agenda yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-62 Sultra tersebut. Lowongan yang tersedia mencakup berbagai sektor, mulai dari pertambangan, ritel, keuangan, manufaktur, hingga jasa outsourcing.

Namun, dominasi industri nikel terlihat jelas dalam komposisi lowongan yang dibuka. Sektor pertambangan menyumbang sedikitnya 253 posisi, menjadikannya kontributor terbesar dalam job fair kali ini.

Kepala Dinas Transnaker Sultra, Laode Muhammad Ali Haswandy, menyebut peluang kerja yang tersedia tidak hanya untuk level pemula, tetapi juga posisi dengan tanggung jawab teknis dan spesifik.

“Ini menunjukkan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri, khususnya pertambangan, masih sangat tinggi,” ujarnya.

Legislator PDI-P: Jembatan Rusak Matausu Jadi Potret Buruk Infrastruktur di Sultra

Beberapa perusahaan dengan jumlah lowongan terbesar antara lain PT Sinar Terang Mandiri Tbk (256 lowongan), PT Gunung Samudra Internasional (174 lowongan), PT Midi Utama Indonesia Tbk (117 lowongan), PT Samudra Mulia Abadi (100 lowongan), serta PT Indomarco Prismatama (88 lowongan).

Selain itu, perusahaan tambang dan industri nikel seperti PT Sulawesi Cahaya Mineral, PT Obsidian Stainless Steel, hingga PT Virtue Dragon Nickel Industry juga membuka berbagai posisi.

Meski sektor perdagangan, jasa, dan keuangan turut berpartisipasi, jumlahnya masih belum sebanding dengan dominasi industri berbasis sumber daya alam.

Job fair ini menjadi peluang besar bagi pencari kerja di daerah. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga mencerminkan bahwa struktur ekonomi Sulawesi Tenggara masih sangat bergantung pada industri nikel dan sektor ekstraktif. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Birokrasi Kota Kendari Dirombak Lagi: RSUD Jadi Sorotan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits