News
Home / News / Tragedi di Lokasi Proyek PT IPIP Pomalaa: Dump Truck Terguling, 1 Pekerja Tewas

Tragedi di Lokasi Proyek PT IPIP Pomalaa: Dump Truck Terguling, 1 Pekerja Tewas

Kecelakaan kerja di lokasi pembangunan jetty milik PT Industri Pembangunan Indonesia Pomalaa (IPIP), di Desa Okooko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Foto: Polres

KOLAKA – Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa di kawasan industri Kabupaten Kolaka. Kali ini, insiden tragis terjadi di lokasi pembangunan jetty milik PT Industri Pembangunan Indonesia Pomalaa (IPIP), Desa Okooko, Kecamatan Pomalaa. Seorang pekerja, Andi, dinyatakan tewas di tempat setelah dump truck terguling dan menghantam kendaraan yang ia tumpangi, Minggu (13/4/2025), sekitar pukul 16.30 Wita.

Kejadian memilukan tersebut melibatkan dua unit dump truck besar yang tengah melakukan aktivitas pembongkaran batu. Dump truck 12 roda dengan nomor polisi DD 9983 XX yang dikemudikan oleh Ardi Yanto berdampingan dengan dump truck 10 roda tanpa plat nomor yang dikendarai oleh Nurhan, ditemani Andi sebagai helper.

Saat dump truck 12 roda menurunkan muatan, bak belakang kendaraan tiba-tiba terguling ke arah kanan, menghantam dump truck di sampingnya. Batu dan logam berat menghantam langsung kabin depan. Akibatnya, Andi tewas seketika, sementara Nurhan hanya mengalami luka ringan.

Siapa PT IPIP Pomalaa?

PT Industri Pembangunan Indonesia Pomalaa (IPIP) merupakan salah satu perusahaan yang beroperasi di sektor konstruksi dan infrastruktur penunjang kawasan industri di Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah Pomalaa yang dikenal sebagai salah satu pusat pertambangan nikel terbesar di Indonesia.

Teror Agraria di Angata, Konawe Selatan: 50 Rumah Dibakar

Sebagai kontraktor proyek pembangunan jetty—fasilitas pelabuhan khusus untuk bongkar muat material industri berat—PT IPIP memiliki peran penting dalam mendukung rantai pasok logistik mineral dan pembangunan smelter. Namun, insiden ini membuka pertanyaan besar mengenai komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan kerja (K3) dan mitigasi risiko di lapangan.

Polisi: Akan Didalami untuk Cegah Tragedi Serupa

Kasat Reskrim Polres Kolaka, Iptu Hastantya Bagas Saputra, membenarkan insiden tersebut. Hingga Selasa (15/4), pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari keluarga korban, namun penyelidikan tetap berjalan.

ā€œKami tetap mendalami kejadian ini untuk mengumpulkan keterangan dari saksi dan pihak terkait,ā€ ujarnya.

Bagas menekankan pentingnya investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur industri di wilayah tersebut.

Pulau Bokori Diperebutkan, Ada Apa?

Evaluasi Keselamatan Kerja Menjadi Tuntutan Mendesak

Insiden ini menjadi alarm keras bagi PT IPIP dan perusahaan sejenis untuk mengevaluasi ulang sistem keselamatan kerja, khususnya dalam penggunaan alat berat dan pengawasan aktivitas di lapangan. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan turun tangan memastikan pelaksanaan K3 tidak hanya formalitas, melainkan dijalankan secara konsisten dan tegas.

Dengan meningkatnya aktivitas industri di Kolaka dan sekitarnya, perlindungan nyawa para pekerja harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar catatan laporan bulanan. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA ChannelĀ disini

BRIN Ungkap Seni Cadas Tertua di Dunia dari Sulawesi Tenggara

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

02

Kendari Butuh Terobosan Besar untuk Genjot Investasi di Tahun 2025

03

Profil Laode Sulaeman, Putra Baubau Sulawesi Tenggara yang Resmi Jadi Dirjen Migas ESDM

04

Gaji Pensiunan PNS 2025: Cair 1 September, Kabar Kenaikan Bikin Penasaran

05

Harga BBM Pertamina Naik per 1 Juli, Berikut Daftarnya

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits