JAKARTA – Momentum bersejarah tercipta bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Putra asli Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) Laode Sulaeman, resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jumat (29/8/2025).
Pelantikan ini menutup kekosongan jabatan strategis yang sudah berlangsung sejak Februari 2025.
Laode sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Ditjen Migas ESDM.
Fokus Reformasi dan Alokasi Gas Nasional
Dalam arahannya, Menteri Bahlil menegaskan bahwa Laode Sulaeman akan menjadi motor utama dalam mendorong percepatan reformasi sektor migas, terutama dalam hal lelang wilayah kerja migas yang kerap terhambat.
“Dirjen Migas harus memastikan alokasi gas berjalan baik, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar ekspor. Sinergi dengan SKK Migas dan KKKS juga menjadi kunci,” ujar Bahlil di Kantor ESDM, Jakarta.
Profil Laode Sulaeman
Laode Sulaeman lahir di Nganganaumala, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara pada 25 Mei 1971. Karier birokratnya di Kementerian ESDM terbilang panjang dan penuh pengalaman.
2022–2025: Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas
2017: Kepala Subdirektorat Investasi Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan
Sebelumnya: Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi, Biro Perencanaan Sekjen ESDM
Laode merupakan lulusan Magister Teknik Kimia Universitas Indonesia (UI) tahun 2002. Selain itu, ia juga pernah berkarier di Lemigas, salah satu lembaga riset energi terbesar di Indonesia.
Berdasarkan laporan LHKPN terakhir pada 31 Desember 2024, Laode memiliki kekayaan sebesar Rp2,34 miliar.
Kebanggaan Masyarakat Sulawesi Tenggara
Pelantikan Laode Sulaeman sebagai Dirjen Migas menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Baubau dan Sulawesi Tenggara. Sosoknya diharapkan mampu membawa terobosan besar di sektor energi, sekaligus membuktikan bahwa putra daerah mampu berkiprah di tingkat nasional.
Dengan pengalamannya, Laode Sulaeman dipandang layak mengawal kebijakan strategis migas Indonesia yang tengah menghadapi tantangan transisi energi global. (MS)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini