News Baubau
Home / Sultra / Baubau / Target 2026: Baubau Tekan Stunting hingga 5,6 Persen

Target 2026: Baubau Tekan Stunting hingga 5,6 Persen

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu. Arsip

BAUBAU – Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, melontarkan peringatan keras soal ancaman stunting yang masih menghantui masa depan generasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Dalam Rapat Koordinasi percepatan penurunan stunting tahun 2026 di Bappeda pada Kamis (16/5/2026), ia menegaskan bahwa penanganan stunting bukan lagi program biasa, melainkan โ€œjihadโ€ untuk menyelamatkan generasi emas.

Menurutnya, stunting tidak bisa lagi dipandang sebagai angka statistik, tetapi potret nyata kualitas pembangunan manusia.

Ia menekankan, kemajuan infrastruktur tidak akan berarti jika anak-anak tumbuh dalam kondisi gagal tumbuh.

โ€œPembangunan bisa melaju pesat, tetapi kalau stunting tidak selesai, siapa yang akan melanjutkan? Ini bukan masalah individu, ini soal masa depan bangsa,โ€ tegasnya.

Wonderful Indonesia Awards 2026: Saatnya Daerah dan Pelaku Wisata Unjuk Karya

Wawali juga menyinggung perubahan pola asuh dan konsumsi gizi yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Ia membandingkan dengan masa lalu, ketika intervensi pemerintah menyentuh langsung kehidupan rumah tangga.

โ€œDulu sampai diajarkan di TV cara membuat bubur sehat, ibu hamil didorong menanam sayur. Sekarang justru banyak anak diberi jajanan instan. Ini yang saya sebut stunting by design,โ€ ujarnya.

Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Baubau pada 2024 masih berada di angka 29,8%.

Pemerintah menargetkan penurunan signifikan menjadi 24,2% pada akhir 2026โ€”artinya ada selisih 5,6% yang harus ditekan dalam waktu singkat.

Pemerintah Siap Tutup Seluruh TPA Open Dumping Tahun ini

โ€œIni janji kita kepada generasi masa depan,โ€ katanya.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Wawali meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap menjadikan stunting sebagai prioritas utama.

Ia menegaskan pentingnya efisiensi anggaran tanpa mengorbankan hasil.

โ€œKita harus kencangkan ikat pinggang, tapi kinerja tidak boleh turun. Pangkas program yang tidak berdampak, fokus pada yang benar-benar menyentuh masyarakat,โ€ tegasnya.

Ia juga menekankan peran strategis camat dan lurah sebagai ujung tombak di lapangan. Mereka diminta memastikan seluruh intervensi gizi benar-benar menjangkau kelompok sasaran.

PMI Asal Kendari, Sulawesi Tenggara Meninggal di Malaysia

โ€œCamat dan lurah adalah โ€˜presidenโ€™ di wilayahnya. Pastikan semua bergerak, kawal langsung intervensi di lapangan. Kita harus bangun gerakan bersama untuk mewujudkan generasi emas Baubau 2045,โ€ pungkasnya. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channelย disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits