News
Home / News / Lagi, Pekerja Tewas di Kawasan Industri Nikel VDNI Konawe

Lagi, Pekerja Tewas di Kawasan Industri Nikel VDNI Konawe

Kondisi jenazah Muh Rezki (30), warga Kelurahan Puosu, Kecamatan Tongauna, yang tewas tertimpa karung berisi batu tambang saat bekerja di VDNI. Ist

KONAWE – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Seorang pekerja lokal bernama Muh Rezki (30), warga Kelurahan Puosu, Kecamatan Tongauna, tewas tertimpa karung berisi batu tambang saat bekerja pada Senin, 12 Mei 2025, sekitar pukul 11.30 WITA.

Menurut kesaksian rekan kerja berinisial CA, korban sedang beraktivitas di area penumpukan batu hijau (nickel ore) ketika karung besar tiba-tiba jatuh dari atas dan langsung menimpanya. Berat karung yang mencapai ratusan kilogram menyebabkan korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia meski sempat dilarikan ke klinik perusahaan.

“Kami langsung berusaha bantu, tapi kondisi karung terlalu berat. Saat dibawa ke klinik, nyawanya sudah tidak tertolong,” ujar CA.

Pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, keluarga korban menuntut pertanggungjawaban penuh dari manajemen PT VDNI serta mendesak agar standar keselamatan kerja (K3) diperketat guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.

WALHI Sultra Desak Pemerintah Hentikan Operasi Tambang Nikel PT Wijaya Inti Nusantara

Bukan Insiden Pertama

Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di kawasan industri Morosi. Sebelumnya, telah terjadi sejumlah insiden kecelakaan kerja di lingkungan VDNI.

Maret 2024, seorang pekerja tewas setelah tersengat listrik saat melakukan perawatan panel di area smelter.

Oktober 2023, dua pekerja mengalami luka bakar serius akibat ledakan di tungku peleburan.

Juni 2023, seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China tewas akibat tertimpa besi saat proyek perluasan pabrik berlangsung.

Kendari Lepas 546 Jamaah Haji, Termuda Usia 15 Tahun

Rangkaian insiden tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan keselamatan kerja di kawasan industri yang menjadi pusat hilirisasi nikel di Sulawesi Tenggara ini.

Serikat buruh dan aktivis lingkungan telah berulang kali mendesak pemerintah dan manajemen perusahaan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem K3 di VDNI. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channelย disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits