KONAWE SELATAN – Jalan rusak sepanjang puluhan kilometer di Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan akhirnya menjadi sorotan utama pemerintah.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), turun langsung ke lapangan dan mengeluarkan janji tegas bahwa penanganan tidak boleh setengah-setengah—harus tuntas dalam tahun ini.
Momentum ini terasa semakin politis sekaligus strategis karena disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Konawe Selatan.
Di hadapan publik, gubernur menyebut proyek perbaikan jalan sebagai “kado spesial” bagi masyarakat Konsel.
Ruas jalan yang menghubungkan wilayah Lalembuu, termasuk Desa Puunangga, diketahui mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun.
Kondisi ini bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi lokal, terutama saat musim hujan.
“Ini bukan hanya soal jalan, tapi akses hidup masyarakat. Penanganannya harus komprehensif dan tuntas,” tegas Andi Sumangerukka saat meninjau lokasi, Sabtu (2/5/2026) dikutip dari siaran PPID.
Tak ingin proyek ini berakhir tambal sulam, gubernur memerintahkan agar perbaikan dilakukan menyeluruh—mulai dari badan jalan, pembangunan jembatan, hingga sistem drainase.
Ia juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra mengawal ketat proses dari perencanaan hingga eksekusi.
Lebih jauh, proyek ini dipastikan tidak hanya mengandalkan APBD. Pemerintah provinsi mendorong percepatan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan dukungan APBN.
Adapun ruas Jalan Batas Konsel–Lapoa sepanjang sekitar 26 kilometer telah diusulkan masuk program tersebut.
Saat ini, baru sekitar 5 kilometer ruas jalan yang tertangani. Artinya, masih ada sekitar 20 kilometer yang menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.
“Berkat kerja sama dengan pusat, kita sudah sepakat untuk menuntaskan jalan Lalembuu ini. Targetnya jelas, selesai secepatnya,” ujar gubernur.
Rencananya, pembahasan teknis dengan Kementerian Pekerjaan Umum akan dilakukan pada Juni 2026 untuk memastikan kepastian anggaran dan waktu pelaksanaan.
Gubernur ASR juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.
Ia menegaskan bahwa proyek ini menyangkut kepentingan masyarakat luas dan tidak boleh molor.
Kini, bola ada di tangan pemerintah. Bagi warga Lalembuu, janji ini tidak hanya “kado ulang tahun” semata—melainkan harapan lama yang menuntut bukti nyata di lapangan. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment