KENDARI — Video pelajar menyeberangi jembatan rusak di Matausu, Sulawesi Tenggara, kembali menyoroti buruknya infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada akses pendidikan dan aktivitas ekonomi warga.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI-P, Ahmad Safei, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa dilihat semata sebagai kerusakan fisik jembatan, melainkan menyangkut konektivitas wilayah secara menyeluruh.
Respons itu disampaikan saat kunjungan kerja reses Komisi V DPR RI di Kendari, Rabu (22/4/2026), menyusul laporan kondisi jembatan di kawasan perbatasan Kolaka–Bombana yang viral di media sosial.
Menurutnya, posisi administratif Matausu yang berada di antara dua wilayah membuat mobilitas warga—terutama pelajar—menjadi sangat bergantung pada infrastruktur yang justru dalam kondisi memprihatinkan.
“Ini bukan hanya soal jembatan rusak, tapi soal keselamatan dan masa depan anak-anak yang menggantungkan akses pendidikan di jalur itu,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, jalur tersebut sejatinya telah lama diusulkan untuk naik status, dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi, hingga ditargetkan sebagai jalan nasional.
“Jalur ini diproyeksikan menjadi alternatif strategis penghubung Kolaka dan Bombana, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan optimal,” ujar mantan Bupati Kolaka dia periode itu.
Di sisi lain, aktivitas ekonomi di kawasan tersebut tergolong tinggi, dengan keberadaan sejumlah perusahaan di sekitar jalur. Kondisi infrastruktur yang belum memadai dinilai berpotensi menghambat distribusi logistik sekaligus meningkatkan risiko bagi masyarakat yang melintas.
Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya pada jembatan, tetapi juga akses jalan secara keseluruhan.
“Perbaikan harus terintegrasi. Jangan hanya jembatan diperbaiki, tapi jalan tetap rusak. Ini soal konektivitas dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment