PALU — Proyek Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Sulawesi kian menegaskan perannya dalam mengungkap ancaman serius perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).
Melalui Focus Group Discussion (FGD) kedua yang digelar di Palu, tim Climate and Health (C.H. 3.4) PAIR Sulawesi melakukan uji validitas (member checking) terhadap hasil riset sebelumnya.
Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa seluruh temuan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, sekaligus memperkuat dasar penyusunan kebijakan berbasis bukti.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri. Forum dipimpin oleh peneliti utama tim Climate and Health, Rini Rachmawaty.
Dilansir dari siaran BMKG Kendari, pada Selasa (21/4/2026), dijelaskan bahwa dalam forum tersebut, peserta mendapatkan paparan komprehensif mulai dari analisis data kualitatif dan kuantitatif hingga rekomendasi kebijakan yang telah dirumuskan dalam policy brief.
BMKG bersama Dinas Kesehatan turut berperan sebagai policy maker, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merespons krisis iklim.
PAIR Sulawesi menempatkan isu kesehatan berbasis iklim sebagai prioritas strategis. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, dampak perubahan iklim—mulai dari peningkatan penyakit hingga terganggunya akses layanan kesehatan—berpotensi semakin meluas di Sultra dan Sulteng.
Keterlibatan BMKG menjadi fondasi penting dalam riset ini, terutama dalam penyediaan data iklim yang akurat.
Data tersebut menjadi kunci dalam memetakan risiko serta merancang sistem kesehatan yang adaptif dan tangguh terhadap perubahan iklim (climate-resilient health system).
Melalui penguatan sinergi antara sektor iklim dan kesehatan, PAIR Sulawesi mendorong lahirnya kebijakan yang tidak hanya responsif, tetapi juga presisi dan berbasis bukti (evidence-based policy).
Upaya ini menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman krisis iklim yang kian nyata di kawasan timur Indonesia. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment