KENDARI – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,3 mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Minggu, 8 November 2026, dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 01.54.12 WIB atau 02.54.12 WITA. Pusat gempa berada di darat, sekitar 20 kilometer timur laut Kota Kendari, pada kedalaman lima kilometer. Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun dampak lain akibat guncangan tersebut.
Episenter dan Kedalaman Gempa
BMKG menempatkan episenter gempa pada koordinat 4,01 lintang selatan dan 122,69 bujur timur. Lokasi itu berada di darat, sekitar 20 kilometer timur laut Kota Kendari. Dengan kedalaman hiposenter lima kilometer, gempa ini tergolong gempa dangkal.
Guncangan dirasakan masyarakat di Kota Kendari dengan intensitas III pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat itu, getaran terasa nyata di dalam rumah. BMKG menggambarkan sensasinya menyerupai getaran akibat truk yang sedang melintas di dekat bangunan. Skala III MMI menandakan getaran cukup kuat untuk disadari penghuni rumah.
Dipicu Sesar Kendari
BMKG menjelaskan gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Kendari Segmen North. Sesar aktif itu berada di darat di sekitar wilayah Kendari. Karena sumber gempa berada di darat dan kedalamannya dangkal, guncangan dapat dirasakan warga di kawasan permukiman Kota Kendari.
Kawasan Kendari bukan kali pertama diguncang gempa dalam sepekan terakhir. Pada Minggu, 1 November 2026, BMKG mencatat gempa bermagnitudo 2,8 di darat 14 kilometer timur laut Kendari. Gempa itu berada pada kedalaman 10 kilometer dan dirasakan dengan intensitas II hingga III MMI di Kota Kendari. Kedua gempa itu berpusat di darat di timur laut Kendari, wilayah yang sama.
Belum Ada Kerusakan dan Susulan
Berdasarkan laporan sementara, belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun dampak lainnya akibat gempa tersebut. BMKG juga mencatat belum terjadi gempa bumi susulan hingga pukul 03.55 WIB. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV, Dr. Nasrol Adil, mengimbau masyarakat mengakses informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG. Informasi dapat diperoleh melalui akun media sosial @infoBMKG, situs bmkg.go.id, InaTEWS, serta aplikasi InfoBMKG. Ia juga mengingatkan masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Gempa Sigi Sehari Sebelumnya
Sehari sebelum gempa Kendari, gempa yang lebih kuat mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 7 November 2026, dini hari. BMKG mencatat gempa bermagnitudo 4,9 itu terjadi pada pukul 03.08 WITA, dengan pusat di darat sekitar empat kilometer timur laut Kamarora, Kabupaten Sigi. Gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Palolo segmen Palolo A dan dirasakan hingga Kota Palu. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengatakan, “Gempa itu dipicu aktivitas Sesar Palolo segmen Palolo A.”
Berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan masyarakat, intensitas gempa Sigi mencapai IV MMI di Kabupaten Sigi dan III MMI di Kota Palu. Pada skala III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah dan benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga Sabtu pagi, BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa Sigi. Pemantauan BMKG pada Sabtu pagi juga menunjukkan belum ada gempa susulan di Sigi.
Parameter awal BMKG untuk gempa Sigi sempat mencatat waktu kejadian pukul 02.07 WIB atau 03.07 WITA, dengan pusat gempa sekitar 47 kilometer timur laut Sigi. Analisis terbaru BMKG kemudian memperbarui lokasi episenter ke koordinat 1,17 lintang selatan dan 120,16 bujur timur. Magnitudo dan kedalaman tetap sama, yakni 4,9 dan 10 kilometer. Analisis terbaru BMKG itu memperbarui parameter awal tersebut.
Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat sejumlah gempa dirasakan di berbagai wilayah Indonesia. Pada Sabtu, 7 November 2026, gempa bermagnitudo 3,3 juga tercatat di laut 54 kilometer tenggara Morowali, Sulawesi Tengah, dengan intensitas II hingga III MMI di Bungku Morowali. Pada hari yang sama, gempa bermagnitudo 3,0 tercatat di darat 31 kilometer utara Lombok Timur dan dirasakan dengan intensitas II MMI. Rangkaian gempa ini menunjukkan aktivitas kegempaan di kawasan Indonesia timur masih berlangsung pada awal November 2026.

Comment