MADRID – Permintaan maaf dari Kylian Mbappé, Real Madrid, dan LaLiga belum cukup untuk mengembalikan pertandingan Real Madrid ke layar televisi di China. Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, memastikan pemerintahnya tetap menjalin komunikasi dengan klub, liga, dan sejumlah institusi Spanyol, tetapi ia menegaskan tidak ada negosiasi formal dan belum ada kepastian kapan siaran akan kembali normal. Sementara polemik itu berlarut, Real Madrid justru meraih kemenangan 3-0 atas Valencia dan menyamai perolehan poin Barcelona di puncak klasemen LaLiga.
Permintaan Maaf Belum Memulihkan Siaran
Tiga permintaan maaf telah disampaikan kepada publik China, yakni dari Mbappé sendiri, dari Real Madrid, dan dari LaLiga. Namun hingga Jumat, 6 November, belum ada tanda-tanda siaran akan dipulihkan. Stasiun televisi negara CCTV tetap menangguhkan tayangan LaLiga, dan platform streaming Migu tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander pada 1 November, meski laga-laga LaLiga lainnya tetap tersedia di platform tersebut.
China Media Group, induk CCTV, menyatakan sudah menerima permintaan maaf itu. Lembaga tersebut mengatakan akan mendengarkan apa yang disampaikan Mbappé setelah permintaan maafnya, dan yang lebih penting, akan memperhatikan apa yang dilakukannya ke depan. Sejumlah merek China juga telah menghentikan kerja sama pemasaran dengan Mbappé sebagai buntut dari polemik tersebut.
Real Madrid sendiri belum memberikan tanggapan publik terbaru saat dimintai komentar mengenai perkembangan komunikasi dengan pihak China. Di sisi lain, LaLiga terus berupaya meredakan dampak komersial dari krisis ini, karena China merupakan salah satu pasar penting bagi sepak bola Spanyol.
Berawal dari Meme tentang Mao Zedong
Polemik ini bermula dari sebuah video yang beredar di internet, yang memperlihatkan Mbappé membahas salah satu meme favoritnya. Dalam meme tersebut, wajah Mbappé ditempelkan pada gambar Mao Zedong, pendiri China modern yang memerintah negara itu sejak 1949 hingga wafat pada 1976. Mbappé menyebut sosok dalam gambar itu sebagai seorang diktator China, tanpa menyebut nama Mao secara langsung.
Komentar itu memicu kemarahan di China. Selain CCTV yang menangguhkan siaran LaLiga, beberapa perusahaan China memutuskan hubungan pemasaran dengan sang penyerang. Laga Real Madrid melawan Racing Santander pada 1 November tidak tersedia di Migu, sementara pertandingan LaLiga lainnya tetap ditayangkan.
Sejak polemik itu mencuat, belum ada jadwal yang diumumkan mengenai kapan pertandingan Real Madrid akan kembali tayang di China. Ketidakpastian itu pula yang membuat pertemuan diplomatik antara kedua pihak terus menjadi sorotan.
Dubes China: Rakyat Butuh Waktu
Yao Jing menyampaikan penjelasan itu kepada kantor berita Spanyol EFE pada Jumat, 6 November, sebelum menghadiri sebuah forum di Universitas Salamanca. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang berjalan saat ini bukanlah negosiasi resmi. “Tidak ada negosiasi, tetapi ada komunikasi, berdasarkan saling pengertian,” kata Yao.
Dubes China itu juga mengakui dalamnya luka yang ditimbulkan oleh pernyataan Mbappé. “Insiden yang tidak beruntung ini telah melukai perasaan banyak orang di China, yang kini harus menerima situasi saat ini,” ujarnya. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persoalan ini pada akhirnya dapat diselesaikan melalui interaksi yang didasari rasa saling menghormati.
Pesan senada disampaikan Xie Tianyu, atase Kedutaan Besar China di Spanyol yang mendampingi Yao dalam kunjungan ke Salamanca. “Ini bukan persoalan yang mudah bagi rakyat China, dan ini adalah klub yang memiliki banyak pengikut serta banyak cinta di China,” kata Xie. Menurutnya, para pendukung di China membutuhkan waktu untuk mencerna apa yang telah terjadi, terutama karena Real Madrid selama ini menikmati popularitas besar di negara tersebut.
Presiden LaLiga, Javier Tebas, telah bertemu dengan Yao pada pekan lalu, ketika sepak bola Spanyol berupaya membatasi dampak komersial dari krisis ini. Pada Senin, Tebas menyatakan liga terus melanjutkan dialog dengan otoritas China dan menyebut LaLiga sedang bekerja untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia juga mengatakan liga masih memiliki hubungan yang luar biasa dengan CCTV dan Migu.
Nilai komersial dari kerja sama siaran itu sendiri terbilang jauh lebih kecil dibanding masa jayanya. Kontrak siaran LaLiga dengan CCTV dan Migu berlaku hingga akhir musim 2029-2030 dan bernilai sekitar 10 juta euro per tahun, turun dari sekitar 100 juta euro per tahun pada puncaknya. Angka itu menunjukkan besarnya kepentingan yang dipertaruhkan kedua pihak sembari menunggu penyelesaian polemik.
Madrid Menang 3-0, Samai Barcelona
Di tengah krisis siaran tersebut, Real Madrid memetik kemenangan meyakinkan di lapangan. Los Blancos menang 3-0 atas Valencia di Stadion Mestalla pada Sabtu, 7 November, dalam lanjutan pekan ke-12 LaLiga. Federico Valverde membuka keunggulan pada menit ke-28 lewat tendangan voli keras dari tepi kotak penalti, sebelum Arda Güler menggandakan keunggulan delapan menit kemudian.
Güler kemudian menjadi kreator gol ketiga pada menit ke-75. Ia mengirim umpan yang membuat Mbappé lolos berhadapan dengan kiper, melewati kiper yang maju, lalu menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Empat menit berselang, kapten Valencia José Gayà diusir wasit karena tekel keras terhadap Mbappé.
Kemenangan itu membawa Real Madrid mengumpulkan 30 poin dan menyamai perolehan poin Barcelona di puncak klasemen. Madrid masih berada di belakang Barcelona karena selisih gol, setelah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Barcelona sendiri masih menyimpan satu laga, yakni tandang ke markas Atlético Madrid pada Minggu. Valencia tetap terpuruk di posisi kedua dari bawah dengan sembilan poin.
Hasil ini juga memperpanjang rentetan kemenangan Real Madrid menjadi delapan laga beruntun di semua kompetisi. Setelah jeda internasional, Madrid dijadwalkan menjamu Celta Vigo pada 21 November, sementara Valencia akan lebih dulu bertandang ke markas Tavernes pada 10 November di ajang Copa del Rey.

Comment