Koltim News Sultra
Home / Sultra / Skandal Suap Bupati Kolaka Timur Mencoreng Semangat Retret Magelang

Skandal Suap Bupati Kolaka Timur Mencoreng Semangat Retret Magelang

Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Abdul Azis, saat mengikuti retret di Magelang. Dok

KENDARI – Pesan integritas, nasionalisme, dan komitmen membangun daerah yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto dalam Retret Kepala Daerah di Magelang, mendadak tercoreng.

Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Abdul Azis, yang ikut dalam kegiatan itu, justru ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap Rp9 miliar proyek RSUD kebanggaan Presiden di Sulawesi Tenggara.

Retret selama delapan hari di Kompleks Akademi Militer, Magelang, yang ditutup pada 28 Februari 2025 itu, diisi arahan Presiden tentang pentingnya hilirisasi, industrialisasi, sinergi pusat-daerah, dan integritas pemimpin.

Para kepala daerah mengaku pulang dengan ā€œsemangat membaraā€ untuk menjadi petarung kesejahteraan rakyat.

Namun, ironi mencuat. Salah satu peserta justru diduga menjadikan proyek strategis nasional sebagai ajang bancakan.

Teror Agraria di Angata, Konawe Selatan: 50 Rumah Dibakar

Proyek RSUD Kolaka Timur: Progres Tertinggi Nasional, Tercoreng Skandal

Peningkatan RSUD Kolaka Timur dari tipe D ke tipe C bernilai Rp126,3 miliar ini masuk dalam program Quick Wins Presiden Prabowo di sektor kesehatan.

Hingga 25 Juli 2025, progres fisik mencapai 26,347 persen, tertinggi dari 12 daerah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan.

Bupati Abdul Azis kala itu memuji kerja keras tim teknis, kontraktor, dan masyarakat, bahkan berjanji percepatan dilakukan tanpa mengorbankan kualitas.

RSUD ini ditargetkan rampung akhir 2025 dengan fasilitas IGD modern, rawat inap, laboratorium, dan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi).

Namun, capaian prestisius itu kini menjadi simbol ironi, setelah KPK mengungkap dugaan skema suap yang merusak kredibilitas proyek.

Kendari New Port: Episentrum Baru Ekspor Nikel di Tengah Ledakan Industri Sulawesi Tenggara

Modus Suap Rp9 Miliar dan Penetapan Tersangka

KPK menetapkan lima tersangka:

Penerima suap: Abdul Azis (Bupati Koltim), Ageng Dermanto (PPK proyek), Andi Lukman Hakim (PIC Kemenkes).

Pemberi suap: Deddy Karnady dan Arif Rahman (PT Pilar Cerdas Putra/PCP).

Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan bahwa sejak awal lelang, pemenang tender sudah diatur untuk PT PCP. Imbalannya: commitment fee 8 persen dari nilai proyek, setara Rp9 miliar.

Pada Agustus 2025, kontraktor mencairkan cek Rp1,6 miliar yang diserahkan ke PPK, lalu diteruskan ke staf pribadi Bupati. Saat penangkapan, KPK menyita uang tunai Rp200 juta yang diyakini bagian dari fee.

Pulau Bokori Diperebutkan, Ada Apa?

ā€œKami mengingatkan kepala daerah agar tidak mengkhianati program nasional demi keuntungan pribadi,ā€ tegas Asep.

Tamparan untuk Pesan Integritas di Magelang

Bupati Kolaka Timur adalah bagian dari puluhan kepala daerah yang baru saja mendapatkan pembekalan langsung dari Presiden Prabowo.

Pesan nasionalisme, moralitas, dan pengabdian yang dipelajari di Magelang seakan kehilangan makna ketika tersangka justru ditangkap KPK tak lama setelah acara.

Kasus ini menjadi tamparan keras bahwa membangun gedung megah tanpa membangun mental bersih hanyalah menciptakan monumen kemunafikan.

Hukuman Berat Menanti

Para penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11, dan Pasal 12B UU Tipikor, sedangkan pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b dan Pasal 13 UU yang sama. Ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Meski proses hukum berjalan, pembangunan RSUD Kolaka Timur tetap dilanjutkan. Namun, publik akan selalu mengingatnya sebagai proyek yang lahir dari janji kesejahteraan, tetapi tercoreng oleh pengkhianatan pejabatnya. (MS)

Simak Berita Lainnya di WA ChannelĀ disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

02

Kendari Butuh Terobosan Besar untuk Genjot Investasi di Tahun 2025

03

Profil Laode Sulaeman, Putra Baubau Sulawesi Tenggara yang Resmi Jadi Dirjen Migas ESDM

04

Gaji Pensiunan PNS 2025: Cair 1 September, Kabar Kenaikan Bikin Penasaran

05

Harga BBM Pertamina Naik per 1 Juli, Berikut Daftarnya

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits