KENDARI – Ribuan pelari mengikuti UT Nambo Run 2026 yang dilepas Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dari kawasan Jembatan Kuning Bungkutoko, Kota Kendari, pada Minggu (8/11/2026). Lomba lari ini menjadi agenda utama dalam rangkaian Festival Pantai Nambo 2026 yang berlangsung selama dua hari, 7-8 November 2026.
Para peserta menempuh rute dari Jembatan Kuning Bungkutoko menuju kawasan Pantai Wisata Nambo. Lomba mempertandingkan kategori 5 kilometer dan 10 kilometer, dengan rute 10 kilometer melewati Jembatan Teluk Kendari terlebih dahulu sebelum finis di Pantai Nambo.
Pelepasan peserta dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kendari, perwakilan Universitas Terbuka (UT) Kendari, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan tamu undangan.
UT Nambo Run 2026 merupakan edisi kedua, hasil kolaborasi kedua antara UT Kendari dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Kendari setelah edisi pertama pada 2025.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Wali Kota Siska Karina Imran mengatakan kegiatan ini memberikan dampak positif dari sisi kesehatan, sisi sosial, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Menurut dia, dampak ekonomi muncul karena lomba lari ini dirangkaikan dengan Festival Pantai Nambo yang menampilkan berbagai kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.
“Kegiatan UT Nambo Run ini memberikan dampak positif bagi kita semua, terutama dari sisi kesehatan dan juga sisi sosial, dan juga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat kita. Karena kegiatan ini banyak memberikan dampak, bukan hanya dari sisi kesehatannya saja namun seluruh peningkatan ekonomi karena dibarengi dengan Festival Nambo yang kita sudah buka di hari kemarin yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan UMKM dan juga ekonomi kreatif lainnya. Dan saya memberikan apresiasi yang penuh kepada para runners yang sudah datang jauh-jauh,” kata Siska saat pelepasan.
Tidak ada angka pasti jumlah peserta yang disebutkan dalam sumber mana pun. Semua sumber hanya menyebut ribuan peserta atau ribuan pelari dari berbagai daerah, sehingga artikel ini tidak menulis angka pasti.
Festival Pantai Nambo 2026
Festival Pantai Nambo 2026 dibuka Wali Kota Siska Karina Imran pada Sabtu (7/11/2026) dengan pemukulan gong. Festival ini digelar di kawasan wisata Pantai Nambo, Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, dengan tema “Satu Pantai Sejuta Karya”.
Pembukaan festival dihadiri Wakil Wali Kota Sudirman, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari, Forkopimda, kepala OPD, camat dan lurah beserta istri, serta pelaku UMKM.
Festival ini mempertandingkan enam cabang lomba: lulo kreasi, tari kreasi, fashion kreatif, mosolori, musik band atau akustik, dan video promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. Pendaftaran lomba berlangsung pada 12 Oktober hingga 5 November 2026 dan tidak dipungut biaya.
Sekitar 20 pelaku UMKM dan kuliner lokal terlibat dalam panggung kreatif dan pameran festival. Kepala Disparekraf Kota Kendari Hermawaty mengatakan penyelenggaraan event menjadi unggulan dinasnya untuk memperbanyak kegiatan pariwisata.
“Kalau dari Dinas Pariwisata, tentu yang menjadi unggulan kita adalah bagaimana memperbanyak penyelenggaraan event. Pelaksanaannya kita hadirkan sport tourism, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, serta pentas seni budaya agar masyarakat umum dan generasi muda punya ruang menunjukkan kreativitas,” kata Hermawaty.
Target Masuk Event Nasional
Pemerintah Kota Kendari menargetkan Festival Pantai Nambo masuk Kalender Event Nasional atau Karisma Event Nusantara (KEN), program Kementerian Pariwisata. Promosi festival dikoordinasikan berkala dengan Kementerian Pariwisata.
“Ketika wisatawan datang, produk lokal dibeli, kuliner masyarakat dinikmati, serta karya-karya kreatif semakin dikenal, maka sesungguhnya kita sedang membangun pariwisata yang memberikan dampak ekonomi secara langsung,” kata Siska saat pembukaan festival.
Konsep festival ini adalah experiential tourism, yang menggabungkan sport tourism, UMKM dan ekonomi kreatif, serta pentas seni budaya. Panitia juga menggandeng komunitas lokal untuk menyemarakkan kegiatan.
“Panitia sudah berkomunikasi dengan teman-teman komunitas. Kami bekerja sama dan memfasilitasi mereka agar bisa hadir dan turut menyemarakkan kegiatan ini,” kata Hermawaty.
Duta Wisata Anandonia Luale
Festival ini juga melibatkan Duta Wisata Anandonia Luale 2026. Sebanyak 10 pasang finalis duta wisata telah menjalani seleksi dan pembekalan, meliputi kebudayaan, pariwisata, bahasa Inggris, dan pendampingan psikolog.
Para finalis dilibatkan dalam berbagai kegiatan kepariwisataan dan promosi daerah. Nama Anandonia dan Luale mencerminkan kebanggaan terhadap kebudayaan suku asli Tolaki.
“Anak-anak muda ini kami libatkan dalam berbagai kegiatan kepariwisataan dan promosi daerah. Istilah Anandonia dan Luale merepresentasikan kebanggaan kita terhadap kebudayaan suku asli Tolaki. Ke depan, mereka diharapkan menjadi role model serta inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk cinta dan melestarikan budaya lokal,” kata Hermawaty.
Festival Pantai Nambo 2026 ditutup pada Minggu (8/11/2026), bersamaan dengan berakhirnya UT Nambo Run 2026. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai pemenang lomba lari maupun pemenang enam cabang lomba festival.

Comment