KOLAKA — Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) memasang target ambisius dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027: mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga 78,41.
Angka ini tidak hanya statistik semata, namun menjadi tolok ukur apakah kualitas hidup masyarakat Kolaka—dari pendidikan, kesehatan, hingga daya beli—benar-benar meningkat atau justru stagnan.
Dalam forum yang digelar di Ballroom Hotel Sutanraja Kolaka, pada 9 April itu, Bupati menegaskan bahwa arah pembangunan 2027 akan difokuskan pada peningkatan kualitas manusia, bukan hanya pertumbuhan ekonomi semata.
Tema pembangunan yang diusung, “Pembangunan dan Kesejahteraan yang Semakin Merata Berbasis Pelayanan Dasar Berkualitas, Ekonomi Inklusif dan Tata Kelola yang Bersih”, menempatkan IPM sebagai indikator kunci keberhasilan.
Namun, mengejar IPM tinggi bukan perkara mudah. Pemerintah daerah dituntut memastikan: akses pendidikan yang merata dan berkualitas, layanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta peningkatan daya beli yang nyata.
Untuk itu, program “5 Kartu Beramal” kembali didorong sebagai instrumen kebijakan afirmatif guna mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak sekadar menjalankan program, tetapi memastikan setiap kebijakan berbasis data dan memiliki dampak terukur.
“Perencanaan harus berbasis data dan kebijakan harus berbasis bukti,” tegasnya.
Di sisi lain, tantangan nyata masih membayangi: kesenjangan layanan dasar, efektivitas program, hingga konsistensi implementasi di lapangan.
Musrenbang ini pun menjadi ujian awal—apakah target IPM 78,41 benar-benar realistis, atau hanya kembali menjadi angka optimistis dalam dokumen perencanaan.
Jika IPM adalah cermin kesejahteraan, maka 2027 akan menjadi pembuktian: Kolaka bergerak maju, atau jalan di tempat. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment