KENDARI – Di tengah lonjakan investasi dan industrialisasi nikel di Sulawesi Tenggara, Kendari New Port (KNP) muncul sebagai episentrum ekspor yang menentukan arah masa depan hilirisasi nikel Indonesia Timur.
Ekspor perdana green nickel berupa Ferronickel senilai Rp49,2 miliar ke China pada 28 Januari 2026 menjadi penanda bahwa KNP telah memasuki fase strategis: mengonsolidasikan banyak industri nikel dalam satu gerbang ekspor global.
Sulawesi Tenggara hari ini adalah salah satu kantong nikel terpadat di Indonesia. Di wilayah Kolaka, Konawe, Konawe Utara, hingga Bombana, beroperasi dan berkembang perusahaan-perusahaan besar seperti PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp), Virtue Dragon Nickel Industry, Obsidian Stainless Steel (OSS), PT Antam Tbk, hingga Vale Indonesia.
Namun selama bertahun-tahun, produksi bernilai miliaran dolar ini diekspor melalui pelabuhan di luar daerah, menyebabkan nilai tambah logistik dan ekonomi justru mengalir keluar Sultra.
Kendari New Port mengubah peta itu secara fundamental.
Dari Fragmentasi Logistik ke Konsolidasi Ekspor
Sebelum KNP berfungsi optimal, industri nikel Sultra menghadapi persoalan struktural: fragmentasi jalur ekspor. Setiap perusahaan menempuh rute panjang melalui Makassar, Surabaya, atau Jakarta. Konsekuensinya:
– Biaya logistik tinggi
– Waktu pengiriman panjang
– Risiko rantai pasok meningkat
– PAD dan jasa kepelabuhanan hilang dari daerah
Ekspor langsung Ceria Corp ke Lianyunggang, Chinaātanpa transitāmenjadi pilot project nyata bahwa Kendari New Port mampu bertindak sebagai hub ekspor bersama bagi seluruh industri nikel Sultra. Inilah yang membuat KNP bukan sekadar pelabuhan Ceria, melainkan infrastruktur kolektif industri.
Ceria Corp Membuka Jalan, Industri Lain Mengikuti
Sebagai pionir, Ceria Corp memanfaatkan Kendari New Port untuk mengekspor green nickel dan ferronickel dari Smelter Merah Putih di Kolaka. Dengan teknologi electric furnace efisiensi tinggi dan standar ESG, Ceria membuktikan bahwa produk bernilai tambah tinggi bisa diekspor langsung dari Sultra.
Keberhasilan ini membuka jalan bagi pemain besar lain:
– Virtue Dragon Nickel Industry, dengan basis produksi feronikel skala besar
– Obsidian Stainless Steel (OSS), yang terintegrasi dengan rantai pasok baja nirkarat
– PT Antam Tbk, BUMN strategis dengan portofolio nikel nasional
– Vale Indonesia, pemain global dengan standar keberlanjutan tinggi
Jika perusahaan-perusahaan ini mengonsolidasikan ekspornya melalui Kendari New Port, maka Sulawesi Tenggara berpotensi menjadi pusat ekspor nikel terintegrasi terbesar di Indonesia Timur.
Kendari New Port dan Reposisi Sultra dalam Rantai Pasok Global
Dalam konteks global, pasar nikel tidak lagi hanya berbicara volume, tetapi juga kecepatan, kepastian pasok, dan standar keberlanjutan. Chinaātujuan ekspor perdanaāadalah pusat manufaktur baterai dan kendaraan listrik dunia.
Dengan jalur langsung dari Kendari:
– Rantai pasok menjadi lebih pendek
– Jejak karbon logistik menurun
– Daya saing produk Sultra meningkat
Kendari New Port berpotensi menjadi strategic export node yang menghubungkan smelter-smelter nikel Sultra dengan pasar Asia Timur, Asia Selatan, hingga Eropa.
Efek Domino bagi Ekonomi Daerah
Jika Kendari New Port berkembang sebagai hub ekspor nikel, dampaknya melampaui sektor pertambangan:
– Pertumbuhan jasa pelayaran internasional
– Peningkatan lapangan kerja logistik dan pelabuhan
– Munculnya kawasan industri penunjang
– Penguatan fiskal daerah melalui PAD
Seperti disampaikan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, ekspor langsung bukan hanya soal pengiriman barang, tetapi strategi memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Tantangan: Dari Pelabuhan Baru ke Hub Regional
Untuk benar-benar menjadi pusat ekspor nikel, Kendari New Port perlu:
– Konsistensi rute pelayaran internasional
– Peningkatan kapasitas dermaga dan kedalaman alur
– Integrasi logistik darat dari KolakaāKonawe
– Penguatan konsep green port
Namun ekspor perdana Rp49,2 miliar membuktikan bahwa fondasi itu sudah ada.
Gerbang Global
Di tengah ledakan industri nikel Sulawesi Tenggara, Kendari New Port adalah missing link yang selama ini dicari. Ceria Corp telah membuktikan kelayakannya.
Kini, tantangannya adalah menjadikan KNP sebagai rumah bersama ekspor nikel Sultra, tempat Ceria, Virtue Dragon, OSS, Antam, dan Vale bertemu dalam satu gerbang global.
Jika itu terwujud, Kendari New Port bukan hanya pelabuhanāia akan menjadi ikon baru hilirisasi, kedaulatan logistik, dan kekuatan industri Indonesia Timur. (Newsroom)
Simak Berita Lainnya di WA ChannelĀ disini


