KOLAKA — Puluhan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mendapat kesempatan langka mengintip langsung proses industri hilirisasi nikel di PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pengolahan (UBP) Nikel Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Kunjungan industri bertajuk Chemistry Road to Industry: Sinergi Ilmu Kimia dan Dunia Industri dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan melalui Penerapan Green Chemistry di Era Industri Modern itu menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami secara nyata bagaimana industri nikel modern bekerja.
Sebanyak 37 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan.

Mahasiswa FMIPA UHO Kendari saat melakukan kunjungan industri di PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dok ANTAM Kolaka
Dalam kunjungan itu, mahasiswa mempelajari penerapan konsep green chemistry dalam proses pengolahan nikel, mulai dari pengontrolan kualitas bijih nikel hingga feronikel yang menjadi salah satu produk strategis industri hilirisasi nasional.
Mahasiswa juga diajak melihat secara langsung proses preparasi bijih nikel, tahapan pengujian laboratorium, hingga sistem pengendalian mutu yang diterapkan perusahaan guna menjaga kualitas produk dan mendukung keberlanjutan industri modern.
General Manager PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka, Andik Yudiarto, menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan kunjungan industri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo ini. Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh gambaran nyata mengenai proses industri, khususnya dalam pengontrolan kualitas bijih nikel dan feronikel, sehingga ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dapat diimplementasikan secara langsung di dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan konsep green chemistry menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pembangunan industri berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap nikel sebagai bahan baku kendaraan listrik dan energi masa depan.
Sementara itu, dosen pendamping FMIPA UHO, Ahmad Zaeni, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kunjungan perdana mahasiswa ke Bureau Quality Assurance & Quality Control (QAQC) PT ANTAM UBPN Kolaka.
Ia menilai pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan mahasiswa agar mampu menghubungkan teori ilmu kimia di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia industri.
“Pengalaman lapangan sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa agar mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan implementasi nyata di dunia industri,” katanya.
Selain meninjau langsung aktivitas industri, mahasiswa juga mengikuti sesi diskusi bersama pihak perusahaan mengenai tantangan industri pertambangan, pengendalian kualitas produk, serta peluang penerapan green chemistry untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri nikel nasional.
Salah satu mahasiswa FMIPA UHO mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah melihat langsung sistem pengontrolan kualitas di industri pengolahan nikel.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi kami karena dapat melihat secara langsung proses pengontrolan kualitas di industri pengolahan nikel. Kami jadi lebih memahami bagaimana ilmu kimia diterapkan dalam dunia industri secara nyata,” tuturnya.
Melalui program Chemistry Road to Industry, FMIPA UHO menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi ilmuwan muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan industri dan kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan semakin eratnya hubungan antara perguruan tinggi dan industri nikel nasional, khususnya di Sulawesi Tenggara yang kini berkembang menjadi salah satu pusat hilirisasi nikel terbesar di Indonesia. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment