Ekonomi & Bisnis
Home / Ekonomi & Bisnis / Investor China Siap Bangun Pabrik Aspal Buton di Jawa Senilai Rp1,09 Triliun

Investor China Siap Bangun Pabrik Aspal Buton di Jawa Senilai Rp1,09 Triliun

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani. Dok

JAKARTA — Perusahaan asal China, Xi’an Zhongli Asphalt Co., Ltd., berencana menginvestasikan US$60 juta atau sekitar Rp1,09 triliun untuk membangun pabrik aspal berbasis Aspal Buton (Asbuton) di Pulau Jawa. Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 600.000 ton per tahun.

Rencana investasi ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama yang dilakukan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani dengan sejumlah pimpinan perusahaan di Shanghai, China, pada 22–23 Oktober 2026.

Pengembangan industri aspal berbasis Asbuton diarahkan untuk memperkuat hilirisasi sumber daya mineral Indonesia, mengurangi ketergantungan terhadap impor aspal minyak, serta membuka peluang ekspor produk aspal olahan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (28/10/2026), Rosan mengatakan pemerintah ingin memastikan penjajakan investasi dapat diterjemahkan menjadi rencana implementasi yang konkret.

“Kami ingin menerjemahkan peluang kerja sama investasi menjadi rencana implementasi yang konkret, mulai dari kapasitas produksi dan teknologi, pengembangan industri di dalam negeri, hingga tindak lanjut komersial bersama pemangku kepentingan terkait dan Danantara Indonesia,” ujar Rosan.

WALHI Sultra Bersama Aliansi Petani Tolak Proyek Markas Kopassus

Hilirisasi Aspal Buton Jadi Fokus Investasi

Xi’an Zhongli Asphalt menyampaikan rencana investasi senilai US$60 juta untuk membangun fasilitas pengolahan aspal berbasis Asbuton dengan kapasitas produksi 600.000 ton per tahun di Pulau Jawa.

Investasi tersebut akan direalisasikan secara bertahap hingga mencapai kapasitas penuh.

Rencana ini berpotensi memperkuat pemanfaatan Asbuton sebagai bahan baku industri aspal nasional. Selama ini, pengembangan Asbuton menjadi salah satu peluang Indonesia untuk mengoptimalkan sumber daya dalam negeri sekaligus memperkuat industri pendukung pembangunan infrastruktur.

Melalui pengolahan di dalam negeri, pemerintah berharap kebutuhan aspal nasional dapat dipenuhi secara lebih optimal dengan mengurangi ketergantungan pada aspal minyak impor.

Pelajaran dari Sultra: Ketika Medsos Jadi Bumerang bagi Pejabat

Selain memenuhi pasar domestik, fasilitas tersebut juga direncanakan membuka peluang ekspor.

Namun, realisasi investasi ini masih memerlukan tindak lanjut, termasuk kepastian tahapan pembangunan, teknologi pengolahan, pasokan bahan baku, serta rencana komersial perusahaan.

Sembilan Pabrik Baru Perkuat Industri Tekstil

Selain sektor aspal, Rosan membahas penguatan industri tekstil bersama H&M Group asal Swedia dan sembilan mitra rantai pasoknya dari China dan Hong Kong.

Para mitra tersebut berinvestasi dalam pembangunan sembilan pabrik baru di Pulau Jawa. Cakupan industrinya meliputi pencelupan benang, tenun, rajut, penyempurnaan tekstil, hingga garmen.

Polda Sultra Bongkar 3 Kasus Narkoba, 6 Tersangka Diamankan

H&M juga menyatakan kesiapan menjadi percontohan penerapan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) bagi merek fesyen Eropa.

Dalam pembahasan tersebut, para mitra rantai pasok turut menyampaikan kebutuhan terkait kemudahan perizinan dan akses terhadap energi hijau. Pemerintah akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut bersama instansi terkait.

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Ditargetkan Beroperasi pada 2027

Di sektor energi, Weiming Environment Protection melaporkan perkembangan pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga sampah atau waste-to-energy di kawasan Denpasar Raya, Bali, dan Bogor Raya.

Sebagian besar pekerjaan konstruksi sipil kedua proyek tersebut telah rampung. Saat ini, pembangunan memasuki tahap pemasangan peralatan, dengan target operasi pada 2027.

Weiming juga tengah membangun pabrik peralatan pembangkit listrik tenaga sampah di Cilegon, Banten. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2027 untuk memperkuat penggunaan komponen dan peralatan buatan dalam negeri.

Selain proyek tersebut, perusahaan menyampaikan minat investasi sebesar 1 gigawatt (GW) dalam program pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW.

Rosan juga bertemu dengan Chairman Tsingshan Group Xiang Guangda untuk membahas tindak lanjut investasi perusahaan tersebut di Indonesia, termasuk pengembangan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara.

Geely Bahas Pengembangan Industri Kendaraan Listrik

Penjajakan investasi juga mencakup sektor otomotif dan kendaraan listrik. Rosan bertemu dengan Geely Auto Group untuk membahas peluang kerja sama dalam pengembangan industri otomotif serta ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Pemerintah menyatakan akan menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama tersebut bersama perusahaan dan kementerian/lembaga terkait agar dapat direalisasikan.

Secara keseluruhan, penjajakan investasi di Shanghai mencakup empat sektor strategis, yakni hilirisasi Aspal Buton, industri tekstil, energi, serta otomotif dan kendaraan listrik.

Pemerintah berharap berbagai rencana tersebut dapat meningkatkan kapasitas industri nasional, memperkuat rantai pasok domestik, mengurangi ketergantungan pada produk impor, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas akses pasar ekspor.

Bagi Indonesia, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap rencana investasi berlanjut menjadi komitmen yang terukur, mulai dari kepastian pendanaan dan jadwal pembangunan hingga realisasi produksi serta dampak ekonominya bagi industri nasional. (MS Network)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *