Industri
Home / Industri / Hilirisasi Logam Tanah Jarang: 8 Blok Siap Digarap Termasuk di Sultra

Hilirisasi Logam Tanah Jarang: 8 Blok Siap Digarap Termasuk di Sultra

Potensi melimpah Logam Tanah Jarang (LTJ) di Indonesia. Arsip

JAKARTA — Indonesia semakin dekat dengan babak baru industrialisasi berbasis mineral strategis.

Di tengah lonjakan kebutuhan global terhadap logam tanah jarang (LTJ), pemerintah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Industri Mineral (BIM) mulai mengakselerasi hilirisasi—dengan delapan blok tambang siap digarap, termasuk di Sulawesi Tenggara.

Langkah ini menjadi krusial. Selama bertahun-tahun, Indonesia hanya mengekspor mineral LTJ seperti monasit dan senotim dalam bentuk mentah, dengan nilai ekonomi yang minim.

Padahal, LTJ merupakan komponen vital dalam industri teknologi tinggi—mulai dari baterai kendaraan listrik, magnet permanen, hingga perangkat elektronik dan sistem pertahanan.

Peneliti BRIN, Heru Agung Saputra, menegaskan bahwa hilirisasi adalah satu-satunya jalan untuk meningkatkan nilai tambah.

Pemerintah Buka 30 Ribu Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih

“Kalau pengolahan dilakukan di dalam negeri, nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat dibandingkan hanya menjual bahan mentah,” ujarnya dalam forum Lab Indonesia 2026 pada Rabu (15/4/2026).

Riset Sudah Jalan, Hilirisasi Mulai Didorong

BRIN kini telah melangkah lebih jauh dari sekadar eksplorasi. Melalui riset di bidang teknologi mineral, para peneliti berhasil memisahkan unsur-unsur LTJ dari mineral pembawanya—sebuah tahapan penting menuju industri hilir.

Pengembangan aplikasi juga mulai diarahkan pada sektor strategis seperti baterai dan sensor kimia. Upaya ini diperkuat dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi dan lembaga riset lain untuk mempercepat pemanfaatan LTJ dalam berbagai bidang teknologi.

8 Blok LTJ Jadi Fondasi Baru Industri

Di sisi hulu, Badan Industri Mineral (BIM) mengungkap delapan blok tambang LTJ yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi sebagai sumber daya primer bernilai tinggi.

Kepala BIM, Brian Yuliarto, menyebut blok-blok ini sebagai fondasi baru penguatan industri nasional.

66 Tahun Konawe: Dari Sawah ke Industri Nikel, Kemiskinan Menanjak

Adapun delapan blok tersebut meliputi:

– Toboali, Keposang, Mentikus, dan Batubesi di Bangka Belitung
– Melawi dan Boyan Hulu di Kalimantan Barat
– Mamuju di Sulawesi Barat
– Bombana di Sulawesi Tenggara

Khusus Bombana, wilayah ini menyimpan potensi LTJ dan antimon dalam skala besar, menjadikannya salah satu titik strategis dalam peta hilirisasi nasional.

Negara Ambil Alih Kendali Strategis

Untuk memastikan pengelolaan tetap berpihak pada kepentingan nasional, BIM kini berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar izin usaha pertambangan (IUP) di blok-blok tersebut diprioritaskan untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk menjaga kedaulatan mineral strategis, sekaligus memperkuat industri berbasis sumber daya dalam negeri.

Wonderful Indonesia Awards 2026: Saatnya Daerah dan Pelaku Wisata Unjuk Karya

Target Global: RI Masuk Peta Pemain LTJ

Dengan cadangan yang melimpah dan riset yang mulai matang, Indonesia berpeluang besar masuk dalam rantai pasok global LTJ. Proyeksi menunjukkan RI dapat menguasai 1–5% pasar dunia pada 2030, dengan potensi devisa mencapai miliaran dolar AS.

Sebagai tahap awal, proyek percontohan hilirisasi akan dimulai di Mamuju untuk menguji kesiapan teknologi domestik sebelum diperluas ke seluruh blok potensial.

Momentum Penentu

Hilirisasi logam tanah jarang kini bukan lagi sebatas wacana, melainkan strategi nasional. Indonesia memiliki semua prasyarat: cadangan besar, peta tambang jelas, dan riset yang terus berkembang.

Tantangannya tinggal satu: eksekusi.

Jika berhasil, LTJ bisa menjadi “game changer” ekonomi Indonesia—mengubah posisi dari eksportir bahan mentah menjadi produsen teknologi bernilai tinggi. Namun jika gagal, Indonesia berisiko kembali terjebak dalam pola lama: kaya sumber daya, tetapi miskin nilai tambah. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits