KOLAKA — Kawasan industri nikel di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, terus menunjukkan geliat pertumbuhan pesat.
Empat unit crane portal baru berkapasitas 40 ton resmi beroperasi di Pelabuhan I PT IPIP Port Kolaka (Pelabuhan IPK), memperkuat infrastruktur logistik kawasan industri strategis tersebut.
Peresmian operasional alat berat dengan radius kerja mencapai 40 meter itu dilaksanakan di area dermaga Pelabuhan IPK pada Jumat (22/5/2026).

Empat unit crane portal baru berkapasitas 40 ton resmi beroperasi di Pelabuhan I PT IPIP Port Kolaka (Pelabuhan IPK). Peresmian operasional alat berat dengan radius kerja mencapai 40 meter itu dilaksanakan di area dermaga Pelabuhan IPK pada Jumat (22/5/2026). Foto IPIP
Kehadiran empat crane modern tersebut diyakini mampu meningkatkan kapasitas bongkar muat sekaligus mempercepat aktivitas distribusi bahan baku dan produk industri nikel dari kawasan Pomalaa.
CEO PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Ning Jiancheng, mengatakan pengoperasian fasilitas baru ini menjadi tonggak penting transformasi pelabuhan menuju operasional penuh dan terintegrasi.
“Ini mencerminkan tekad strategis kawasan untuk beralih dari pengumpulan industri menuju integrasi fungsional. Kemampuan operasional terpadu pelabuhan kini meningkat ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sebagai pelabuhan umum yang melayani kawasan industri, Pelabuhan IPK akan memegang peranan penting dalam aktivitas bongkar muat bahan baku, material penunjang, hingga produk jadi dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Pomalaa.
Selain mendukung industri pengolahan nikel, pelabuhan tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat layanan logistik profesional dan efisien guna memperkuat konektivitas industri nasional dan perdagangan regional.
Empat portal crane tipe 40T/40M itu sebelumnya telah bersandar aman pada 2 Mei 2026. Dengan kapasitas angkut besar dan jangkauan kerja luas, kehadirannya dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan secara signifikan serta membuka era baru modernisasi fasilitas logistik di Kolaka.
Perwakilan manajemen PT IPIP, Wei Xiaodong, menyebut pengoperasian penuh pelabuhan merupakan hasil kerja keras seluruh pekerja konstruksi dan tim operasional. Bahkan pada Juni mendatang, pelabuhan diperkirakan menghadapi volume pekerjaan tertinggi sejak pertama kali beroperasi.
“Pengoperasian tepat waktu keempat crane portal ini akan memberikan dukungan kuat bagi perkembangan pesat kawasan PT IPIP. Ini menjadi awal yang baik untuk memastikan operasional pelabuhan semakin lancar,” katanya.
Sementara itu, perwakilan kontraktor proyek, Dai Ke, menegaskan seluruh proses pembangunan dilakukan dengan standar konstruksi yang ketat. Berbagai tantangan teknis di lapangan berhasil diatasi demi membangun fondasi gerbang logistik industri yang kokoh di Sulawesi Tenggara.
Hal senada disampaikan perwakilan pabrikan crane, Wang Bo Hong.
Ia memastikan teknologi terbaru telah diterapkan pada seluruh unit crane mulai dari tahap desain hingga pengiriman.
“Penyerahan ini bukan akhir, tetapi awal dari layanan jangka panjang. Kami akan memastikan seluruh peralatan beroperasi stabil dan efisien,” ujarnya.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita bersama oleh para perwakilan perusahaan dan mitra proyek.
Dengan beroperasinya empat crane baru tersebut, Pelabuhan IPK Kolaka kini semakin siap menjadi salah satu simpul logistik utama yang menopang pertumbuhan industri nikel dan ekonomi Sulawesi Tenggara. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment