News
Home / News / Demonstrasi Meluas, ICMI Ingatkan Pemerintah Akar Masalah Ada di Krisis Ekonomi

Demonstrasi Meluas, ICMI Ingatkan Pemerintah Akar Masalah Ada di Krisis Ekonomi

Aksi demonstrasi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat sore, 29 Agustus 2025. Ist

JAKARTA – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendesak pemerintah segera tanggap atas krisis ekonomi yang menjadi akar gelombang demonstrasi di berbagai daerah.

Ketua Umum ICMI, Arif Satria, menilai gejolak sosial yang meluas tidak bisa dilepaskan dari tekanan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat.

“Kemarahan rakyat seringkali berakar dari kondisi ekonomi yang sulit dan kurangnya sensitivitas para pejabat. Kami mendesak pejabat publik dan wakil rakyat untuk berempati, menyampaikan narasi kebijakan yang menyejukkan, serta menjauhi sikap pamer kemewahan,” tegas Arif dalam keterangan tertulis, Minggu (31/8/2025).

Kritik ICMI terhadap Kebijakan Ekonomi

ICMI menyoroti kebijakan fiskal dan praktik ekonomi yang dinilai masih membebani rakyat. Menurut organisasi tersebut, masyarakat membutuhkan kepastian dan bukti nyata bahwa negara hadir melindungi mereka.

Selain aspek ekonomi, ICMI juga meminta Presiden mengambil langkah cepat untuk memulihkan stabilitas politik dan keamanan.

Nikel Indonesia Mengguncang Dunia: Dari Soroako 1901 ke Ambisi Kendalikan Pasar Global

Demonstrasi, menurut Arif, merupakan hak konstitusional yang harus dijalankan secara damai dan bertanggung jawab, tanpa terjebak dalam tindakan anarkis.

ICMI juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam demonstrasi, termasuk seorang pengemudi ojek daring, serta mendesak penegakan hukum dilakukan secara transparan.

“ICMI mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang menunggangi aksi untuk kepentingan politik sempit atau memecah belah bangsa,” tambahnya.

Gelombang Demonstrasi dan Respons Presiden Prabowo

Gelombang aksi yang menolak kenaikan tunjangan DPR sejak Kamis (28/8/2025) terus meluas. Aksi protes itu kemudian berkembang menjadi perusakan fasilitas umum, penjarahan, hingga penyerangan rumah pejabat, termasuk kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan resmi dari Istana Negara, Minggu (31/8/2025).

25 Tahun Otonomi Daerah: Resentralisasi Ancam Desentralisasi

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan mendengar dan menindaklanjuti aspirasi rakyat yang disampaikan secara damai. Namun, ia memberi peringatan keras terhadap aksi anarkis.

Sebagai bentuk empati terhadap tuntutan masyarakat, Prabowo mengumumkan pembatasan tunjangan anggota DPR serta penghentian kunjungan kerja luar negeri bagi legislator. Langkah itu disebut sebagai simbol pengendalian diri dan keberpihakan pada rakyat.

Di sisi lain, Presiden juga memerintahkan aparat menindak tegas aksi penjarahan dan perusakan fasilitas umum yang dinilainya bisa mengarah pada tindakan makar atau terorisme. Ia menutup dengan ajakan menjaga persatuan serta menahan diri agar krisis tidak semakin meluas. (MS)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

RKAB Dipangkas: Stop Obral Nikel Sekarang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

02

PSN Kawasan Industri Kendari Terpadu Hadapi Masalah Agraria

03

ESDM Sanksi 25 Perusahaan Tambang Nikel di Sulawesi Tenggara, Simak Daftarnya!

04

Inovasi Pengembangan Lahan Urban di Kendari Layak Jadi Inspirasi

05

Polda Sultra Ringkus 4 IRT Kurir Sabu Jaringan Internasional dari Malaysia

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits