Ekonomi & Bisnis
Home / Ekonomi & Bisnis / Danantara Siapkan 12 Smart City, Groundbreaking Desember

Danantara Siapkan 12 Smart City, Groundbreaking Desember

JAKARTA – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan 12 kawasan kota masa depan (smart city) dapat dimulai pada Desember 2026. Dony Oskaria, yang memimpin BP BUMN sekaligus menjabat Chief Operating Officer (COO) Danantara, menyampaikan target itu dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Seluruh persiapan proyek tersebut kini dipercepat, mulai dari penyiapan lahan, pembentukan tim pelaksana, hingga penyusunan rancangan induk atau master plan.

Persiapan itu dimatangkan melalui koordinasi Dony dengan Direktur Utama PT Kota Masa Depan Indonesia, Musa Bangun, di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penyiapan lahan strategis, pembentukan struktur tim pelaksana, serta penggodokan master plan agar pembangunan dapat segera dieksekusi di lapangan. Perusahaan tersebut dibentuk untuk menggarap kawasan-kawasan baru itu.

Tiga Lokasi Prioritas Tahap Awal

Sebagai langkah awal, penyusunan master plan diprioritaskan pada tiga lokasi utama, yakni Walini di Jawa Barat, Batang di Jawa Tengah, dan Medan di Sumatra Utara. Sejumlah wilayah strategis lain, seperti Tuban dan Subang, juga telah masuk dalam pemetaan pengembangan tahap berikutnya. Ketiga lokasi prioritas itu menjadi fokus pengerjaan fisik pada tahap pertama.

Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan kesiapan koridor prasarana dan posisi geografis masing-masing wilayah. Walini, Batang, dan Subang berada di jalur prasarana angkutan yang sudah beroperasi, antara lain layanan kereta cepat serta ruas tol. Sementara itu, Medan dan Tuban dinilai memiliki letak yang menguntungkan untuk kegiatan dagang dan industri.

Membangun Kota, Bukan Sekadar Hotel

Dony menegaskan setiap kawasan harus dirancang dengan standar kualitas tinggi agar mampu menjadi ikon baru Indonesia. Ia meminta penyusunan master plan dilakukan secara matang dengan melibatkan tenaga ahli dan arsitek yang kompeten, termasuk perencana kawasan bertaraf internasional. “Kita harus menjadi ikonnya Indonesia, apa pun yang kita kerjakan. Makanya kita kerjakan dengan benar, master plan-nya benar, arsiteknya benar,” ujar Dony.

Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen pada Triwulan III 2026

Menurut Dony, membangun sebuah kota menuntut struktur organisasi dan tim pelaksana yang sangat solid serta dukungan tenaga ahli berpengalaman. Skala investasi dan kompleksitas pembangunan kawasan perkotaan jauh lebih besar dibandingkan pembangunan fasilitas komersial biasa. “Setiap proyek nanti ada strukturnya tersendiri karena investasinya besar. Ini bukan sekadar membangun hotel, melainkan membangun sebuah kota,” jelas Dony.

Kawasan Terintegrasi dan Aset BUMN

Kedua belas kawasan tersebut dirancang sebagai kawasan perkotaan modern yang memadukan berbagai fasilitas publik dan komersial. Di dalamnya akan ada kawasan hunian, universitas, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga infrastruktur tata ruang dan utilitas perkotaan yang tertata rapi. Konsep kota modern dengan dukungan prasarana terpadu dan penataan utilitas yang lebih baik menjadi ciri pengembangannya.

Untuk mendukung rencana itu, BP BUMN dan Danantara akan mengoptimalkan sejumlah aset BUMN yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan perkotaan. Aset yang disebutkan meliputi lahan PTPN di Walini dan Padalarang, kawasan Batang, serta lahan di Deli Serdang, Medan. Aset-aset tersebut akan dikonsolidasikan sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan kawasan kota masa depan.

Dony mendorong pembentukan badan usaha dan percepatan proses pengalihan aset agar pembangunan dapat segera dilaksanakan. “Saya mau hari ini sudah bikin PT. Minggu depan sudah inbreng tanahnya, PT-nya sudah punya aset yang dari PTPN ke situ,” ujar Dony. Dorongan itu disampaikan dalam pembahasan internal di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kawasan-kawasan itu tidak dirancang di atas lahan seluas ribuan hektare, melainkan difokuskan pada kelengkapan fasilitas bagi warga, terutama hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. “12 smart city yang dibentuk di berbagai kota, skalanya enggak sebesar ribuan-ribuan hektare. Jadi ada sekolahnya, ada rumah sakitnya, itu yang penting ya. Kemudian juga kita menjadikan rumah murah buat kelas menengah ke bawah,” ujar Dony.

Tak Hanya Nikel, Laut Sultra Punya Ikan Melimpah

Padalarang dan Target Ekonomi Baru

Salah satu kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan adalah Padalarang, Jawa Barat. Di wilayah ini, pembangunan diproyeksikan mencakup sekitar 200.000 hingga 250.000 unit hunian dengan skema yang dirancang terjangkau bagi masyarakat. Pengembangan kawasan itu juga akan didukung infrastruktur perkotaan dan konsep transit-oriented development, yakni penataan kawasan yang mengintegrasikan hunian dengan transportasi publik.

Melalui PT Kota Masa Depan Indonesia, BP BUMN dan Danantara berupaya mendorong hadirnya kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat permukiman. Kawasan-kawasan itu juga ditargetkan mampu membangun ekosistem industri, menarik arus investasi, serta memicu pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia. Kerja sama antara BUMN dan swasta diharapkan menyebarkan investasi ke daerah, mengurangi pemusatan kegiatan ekonomi di Jakarta, dan membuka lapangan kerja baru yang berbasis teknologi serta ramah lingkungan.

Groundbreaking pada Desember 2026 menjadi penanda dimulainya realisasi pembangunan 12 kawasan kota masa depan tersebut. Hingga kini, penyiapan lahan, pembentukan tim, dan penyusunan master plan terus berjalan agar pelaksanaan proyek dapat segera dimulai. Kawasan-kawasan itu diharapkan tampil sebagai penanda baru pembangunan di Indonesia dan memberi dorongan bagi ekonomi daerah.

Pabrik Aspal Buton akan Dibangun di Jawa, Sultra Dapat Apa?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *