KOLAKA — Komitmen Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah calon haji mendapat perhatian khusus dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara.
Pasalnya, totalitas pendampingan yang dilakukan dinilai layak menjadi contoh pelayanan haji di tingkat nasional, terutama dalam memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi jamaah lanjut usia.
Perhatian tersebut terlihat sejak proses keberangkatan jamaah menuju Embarkasi Makassar.
Pemkab Kolaka menganggarkan sekitar Rp6,8 miliar untuk menyewa enam pesawat charter khusus guna mengantar jamaah calon haji dari Kolaka menuju Asrama Haji Sudiang Makassar.
Langkah itu dinilai bukan hanya penyediaan transportasi semata, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap kondisi jamaah yang mayoritas berusia lanjut.
Jika menggunakan jalur darat, perjalanan dari Kolaka menuju Makassar mencapai sekitar 815 kilometer dengan waktu tempuh hingga 20 jam. Sementara jalur laut membutuhkan waktu sekitar 13 jam. Dengan pesawat charter, perjalanan hanya ditempuh sekitar satu jam.
Wakil Bupati Kolaka, Husmaluddin, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap jamaah calon haji asal Kolaka.
“Setiap tahun Pemerintah Kabupaten Kolaka selalu memberikan dukungan kepada jamaah calon haji, termasuk melalui penyediaan transportasi udara khusus,” katanya saat mendampingi para jamaah di Asrama Haji Sudiang Makassar, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, sekitar 60 persen jamaah calon haji asal Kolaka masuk kategori lanjut usia sehingga membutuhkan perhatian ekstra sejak proses keberangkatan hingga pemulangan.
“Tahun ini kita menyewa pesawat untuk memberangkatkan jamaah haji dari Kabupaten Kolaka ke Makassar,” ujarnya.
Pemkab Kolaka menyiapkan enam penerbangan charter khusus untuk mengangkut jamaah calon haji pergi dan pulang. Seluruh pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Kolaka dengan dukungan legislatif serta sinergi berbagai pihak terkait penyelenggaraan ibadah haji.
“Kolaka mengeluarkan APBD itu karena kerja sama dengan legislatif juga bantuan dari Kementerian Haji dan Umrah,” jelas Husmaluddin.
Ia menegaskan seluruh stakeholder bersatu memastikan jamaah calon haji asal Kolaka dapat berangkat dan kembali dengan selamat.
“Kami tidak menambah living cost, tapi dengan mencharter pesawat, mungkin hanya satu-dua kabupaten yang mau melakukan itu untuk jamaah hajinya,” tambahnya.
Husmaluddin juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kolaka, Kemenag Kolaka, PPIH, hingga seluruh pihak yang ikut mendukung kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini.
Sementara itu, perhatian dan kesiapan Pemkab Kolaka dalam mendampingi jamaah haji disebut menjadi salah satu contoh pelayanan daerah yang mendapat atensi dari Kemenag Sultra.
Pendampingan mulai dari transportasi, kesehatan, hingga kenyamanan jamaah dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan ibadah haji berjalan aman dan lancar.
Di tengah meningkatnya tantangan penyelenggaraan haji, terutama bagi jamaah lansia, kebijakan Pemkab Kolaka menyewa pesawat charter dinilai sebagai langkah strategis sekaligus bentuk pelayanan kemanusiaan yang berdampak langsung terhadap kondisi jamaah. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment