Seputar Nikel Seputar Korupsi
Home / Seputar Korupsi / Usut Korupsi Nikel, Kejati Sultra Geledah Smelter Huadi Nickel

Usut Korupsi Nikel, Kejati Sultra Geledah Smelter Huadi Nickel

Kawasan Industri nikel PT Huadi Nickel Alloy Indonesia di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa (13/5/2026). Arsip

BANTAENG — Aroma dugaan korupsi tambang nikel kembali mengguncang industri hilirisasi nasional.

Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggeledah smelter raksasa milik PT Huadi Nickel Alloy Indonesia di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa (13/5/2026).

Penggeledahan yang berlangsung selama sekitar tujuh jam itu dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi jual beli ore nikel yang berasal dari wilayah eks IUP PT Pandu Citra Mulia.

Aparat melakukan penyisiran ketat di area perusahaan dan mengamankan sejumlah dokumen penting serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan alur distribusi ore nikel.

Kasus ini diduga melibatkan praktik pengangkutan ore nikel melalui jetty milik PT Kurnia Mining Resources dan jetty masyarakat yang disebut ilegal. Tidak hanya itu, ore nikel tersebut diduga dikirim menggunakan dokumen dan kuota RKAB milik PT Alam Mitra Indah Nugraha.

Ekologi Sulawesi Tenggara Telah Runtuh

Kasi Penkum Kejati Sultra, Irwan Said, SH., MH mengungkapkan, proses pengapalan ore nikel itu juga diduga memperoleh persetujuan berlayar dari pihak syahbandar atau KUPP Kolaka yang sebelumnya pernah terseret dalam perkara serupa.

“Dalam kasus sebelumnya, sudah ada delapan orang yang divonis bersalah oleh pengadilan,” ungkapnya.

Penyidikan ini menjadi sorotan besar karena menyentuh rantai pasok industri smelter nikel yang selama ini menjadi tulang punggung hilirisasi nasional.

Dugaan penggunaan dokumen RKAB perusahaan lain serta aktivitas jetty ilegal memperlihatkan adanya celah besar dalam tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Sehari sebelum penggeledahan di Bantaeng, tim penyidik Kejati Sultra juga bergerak melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Kota Makassar, masing-masing di Kecamatan Tamalate dan Rappocini. Langkah tersebut disebut sebagai upaya memperkuat alat bukti dan menelusuri aliran distribusi ore nikel yang diduga bermasalah.

Kolaka, Sulawesi Tenggara Memang Beda: Kaya Nikel, Jamaah Haji pun Difasilitasi Total

Kasus ini memperpanjang daftar dugaan korupsi di sektor tambang nikel Sulawesi yang belakangan menjadi perhatian nasional.

Di tengah masifnya investasi smelter dan hilirisasi, aparat penegak hukum kini mulai menelusuri dugaan praktik mafia tambang, manipulasi dokumen RKAB, hingga penggunaan pelabuhan dan jetty ilegal dalam pengiriman ore nikel. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *