KOLAKA – Warga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kembali digegerkan dengan penemuan bangkai paus sperma raksasa yang terdampar di kawasan pesisir Pantai Tamborasi, Desa Tamborasi, Kecamatan Iwoimendaa, Kamis (14/5/2026).
Mamalia laut berukuran besar tersebut ditemukan dalam kondisi mati setelah sebelumnya terlihat mengapung di sekitar perairan Desa Tamborasi sejak Rabu (13/5/2026). Penemuan bangkai paus itu pun langsung viral di media sosial dan menarik perhatian warga dari berbagai wilayah sekitar.
Video penemuan bangkai paus beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman video, terdengar seorang warga menjelaskan kondisi bangkai paus yang mulai membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
“Tamborasi, Tamborasi. Inilah bangkai paus yang sudah berbau. Baunya sudah sangat menyengat,” ujar pria dalam video viral tersebut.
Lokasi penemuan berada di kawasan Pantai Tamborasi, destinasi wisata alam yang terkenal dengan Sungai Tamborasi, sungai yang dijuluki sebagai sungai terpendek di dunia dengan panjang sekitar 20 meter dan bermuara langsung ke laut.
Sebelum akhirnya terdampar di bibir pantai, paus sperma tersebut sempat terlihat mengapung di perairan sekitar desa oleh nelayan dan warga setempat.
Kabar penemuan mamalia laut itu dengan cepat menyebar hingga membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi.
Tak hanya menyaksikan langsung, sejumlah warga juga mengabadikan momen langka tersebut menggunakan telepon genggam lalu membagikannya ke media sosial hingga menjadi viral.
Karena aroma bangkai yang semakin menyengat, warga kemudian melakukan evakuasi dengan menarik tubuh paus kembali ke laut dalam pada Kamis malam.
Hingga kini, penyebab pasti kematian paus sperma tersebut masih belum diketahui. Aparat dan instansi terkait masih melakukan koordinasi guna menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, AIPTU Riswandi, saat dikonfirmasi juga belum memberikan penjelasan rinci terkait insiden tersebut.
Peristiwa paus sperma terdampar di Kolaka ini menjadi perhatian luas warga karena kejadian serupa tergolong jarang terjadi di kawasan pesisir tersebut.
Selain ukurannya yang sangat besar, bangkai paus juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga dan pengunjung pantai.
Fenomena ini bahkan menjadi kejadian kedua dalam dua bulan terakhir di wilayah pesisir Kolaka.
Sebelumnya, bangkai paus sperma sepanjang sekitar 10 meter juga ditemukan di pesisir Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, pada Maret 2026 lalu.
Berulangnya kasus paus mati terdampar di pesisir Sulawesi Tenggara mulai memunculkan kekhawatiran masyarakat dan pemerhati lingkungan terhadap kondisi ekosistem laut di wilayah perairan Kolaka dan sekitarnya.
Pantai Tamborasi sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata unggulan Sulawesi Tenggara dengan panorama laut alami dan keberadaan Sungai Tamborasi yang mendunia.
Namun kini, kawasan wisata tersebut justru menjadi sorotan publik akibat viralnya bangkai paus raksasa yang terdampar di pesisir pantainya. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment