BUTON — Semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat mewarnai proses perintisan SMA Muhammadiyah 1 Umalaoge di Desa Umalaoge, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.
Warga bersama panitia, pemuda, dan berbagai unsur masyarakat turun langsung dalam kegiatan kerja bakti yang digelar pada Minggu, 10 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan lingkungan dan sarana dasar sekolah yang nantinya diharapkan menjadi pusat pendidikan Islami dan pengembangan generasi muda di wilayah tersebut.
Sejak pagi, masyarakat tampak antusias membersihkan area sekolah, menata lingkungan, hingga menyiapkan berbagai kebutuhan awal penunjang proses belajar mengajar.
Kebersamaan itu mencerminkan kuatnya dukungan warga terhadap hadirnya amal usaha pendidikan Muhammadiyah di Desa Umalaoge.
Ketua Panitia, Edy Nurcahyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses pendirian SMA Muhammadiyah 1 Umalaoge Buton.
“Support dan kebersamaan ini menjadi energi besar bagi kami semua untuk terus bergerak membangun pendidikan yang Islami, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Edy Nurcahyo dikutip dari laman Muhammadiyah.
Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan sekolah yang diharapkan mampu membuka akses pendidikan lebih luas bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buton, La Ludi, mengatakan kehadiran SMA Muhammadiyah 1 Umalaoge diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan akhlak dan nilai-nilai keislaman.
“Kami berharap SMA Muhammadiyah 1 Umalaoge dapat menjadi pusat pengembangan pendidikan yang melahirkan generasi unggul, berakhlak, dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat,” kata La Ludi.
Ia menambahkan, dukungan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun lembaga pendidikan yang berkelanjutan di Desa Umalaoge.
Selain merintis sekolah menengah, panitia dan masyarakat juga mulai menggagas pendirian pondok pesantren sebagai bagian dari penguatan pendidikan formal berbasis Islam di wilayah tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk menciptakan generasi muda yang religius, unggul, dan berkarakter.
Kegiatan kerja bakti tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Umalaoge memiliki komitmen kuat dalam memajukan pendidikan di daerahnya.
Kehadiran SMA Muhammadiyah 1 Umalaoge diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas dan bernuansa Islami bagi masyarakat Buton dan sekitarnya. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment