KENDARI — Arus logistik di Pelabuhan Rakyat Kendari mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Antrean kapal yang semakin padat menjadi indikasi bahwa kapasitas infrastruktur pelabuhan tak lagi mampu mengimbangi lonjakan aktivitas distribusi barang di Sulawesi Tenggara.
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menilai kondisi ini harus segera direspons dengan langkah konkret, terutama melalui penambahan dermaga. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja reses di Kendari, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, secara teknis Pelabuhan Rakyat Kendari memiliki keunggulan yang jarang dimiliki pelabuhan lain, seperti kedalaman alur mencapai sekitar 12 meter dan tingkat sedimentasi yang relatif rendah.
Potensi ini, kata dia, seharusnya menjadi modal besar untuk pengembangan pelabuhan sebagai simpul logistik strategis.
“Secara teknis pelabuhan ini sangat mendukung. Kedalamannya baik, sedimentasinya kecil. Tapi kalau kapasitas sandar terbatas, tetap akan jadi hambatan bagi arus logistik,” ujar Mori.
Ia menegaskan bahwa persoalan utama saat ini terletak pada tingginya antrean kapal yang berdampak langsung terhadap efisiensi distribusi barang. Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut berisiko memperlambat pergerakan ekonomi di daerah.
“Penambahan dermaga menjadi solusi paling realistis. Dengan kapasitas sandar yang lebih besar, kapal bisa lebih cepat bergantian, sehingga arus logistik kembali lancar,” jelasnya.
Mori juga menilai kebutuhan anggaran untuk pembangunan dermaga tambahan masih dalam skala yang terukur jika dibandingkan dengan dampak ekonomi yang akan dihasilkan.
Ia optimistis, penguatan infrastruktur ini akan meningkatkan peran pelabuhan dalam jaringan transportasi laut nasional.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam penyediaan lahan dan penyelesaian aspek administratif agar proyek dapat segera direalisasikan.
“Kalau semua pihak bersinergi, pengembangan pelabuhan ini bisa dipercepat dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment