Infrastruktur Kendari
Home / Sultra / Kendari / Ironi Kota Berkembang: Puluhan Ribu Warga Kendari Masih Krisis Air Bersih

Ironi Kota Berkembang: Puluhan Ribu Warga Kendari Masih Krisis Air Bersih

Warga antre mengisi air bersih di fasilitas SPAM Kota Kendari, mencerminkan masih terbatasnya akses layanan air minum bagi masyarakat. Ilustrasi

KENDARI — Anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Safei, menyoroti tajam masih rendahnya cakupan layanan air bersih di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sorotan ini disampaikannya saat kunjungan kerja reses Komisi V DPR RI, Rabu (22/4/2026).

Safei mengungkapkan, dari sekitar 80 ribu rumah tangga di Kendari, baru sekitar 13 ribu yang terlayani oleh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Angka tersebut dinilainya sebagai ironi besar bagi kota yang terus berkembang, namun belum mampu memenuhi kebutuhan dasar warganya.

“Penduduk rumah tangga di Kota Kendari sekitar 80 ribu, yang terlayani SPAM baru sekitar 13 ribu. Ini sangat jauh. Padahal ini berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat,” tegas Safei.

Ia menilai, minimnya layanan tersebut tidak lepas dari kondisi infrastruktur SPAM yang sudah tua dan tidak lagi optimal. Bahkan, sebagian sistem disebut masih menggunakan instalasi lama yang telah berusia puluhan tahun.

Solusi Banjir: Kendari Disokong Rp385 Miliar Bangun Kolam Retensi

“SPAM Kota Kendari ini sumbernya sudah sangat lama, sudah puluhan tahun. Saya kira sudah saatnya dilakukan perbaikan dan peningkatan,” lanjutnya.

Sebagai legislator dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara, Safei menegaskan bahwa akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, ia mendorong langkah konkret dari pemerintah daerah dengan dukungan pemerintah pusat untuk memperluas cakupan layanan SPAM di Kendari.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dalam memanfaatkan berbagai skema pendanaan, guna menghadirkan layanan air minum yang layak dan merata.

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi,” tutupnya. (MS Network)

Kendari Darurat Infrastruktur: Jalan Rusak, Banjir Tak Terkendali, Logistik Terhambat

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits