KENDARI – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kian menegaskan posisinya sebagai rujukan nasional dalam pembangunan manusia.
Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menembus 86,36 poin pada awal 2026—kategori sangat tinggi—menjadi bukti nyata keberhasilan kota ini dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Prestasi tersebut menarik perhatian Kabupaten Kudus yang melakukan kunjungan kerja pada Selasa (14/4/2026) untuk mempelajari langsung strategi peningkatan IPM. Rombongan dipimpin Bupati Sam’ani Intakoris, yang secara terbuka mengapresiasi kemajuan pesat Kendari.
Menurutnya, Kendari tidak hanya menunjukkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berhasil menerjemahkannya menjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
IPM Tinggi, Kualitas Hidup Meningkat
Dengan skor 86,36, Kendari menjadi salah satu daerah dengan IPM tertinggi di Pulau Sulawesi. Angka ini mencerminkan keberhasilan pembangunan pada tiga dimensi utama: pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kota Kendari memperkuat intervensi sejak usia dini. Tercatat ada 429 satuan pendidikan dengan lebih dari 15 ribu siswa, termasuk 8.800 anak usia PAUD. Digitalisasi pembelajaran juga terus didorong melalui pemanfaatan teknologi di sekolah.
Sementara di sektor kesehatan, capaian Kendari tergolong impresif. Angka harapan hidup diproyeksikan mencapai 75,47 tahun. Fasilitas kesehatan pun cukup lengkap, terdiri dari 16 rumah sakit, 37 klinik, dan 15 puskesmas, didukung lebih dari 5.000 tenaga medis.
Program cek kesehatan gratis bahkan telah menjangkau sekitar 70,48 persen penduduk, sementara cakupan jaminan kesehatan mencapai 99,46 persen—melampaui rata-rata nasional.
Kudus Belajar, Kolaborasi Terbuka
Di sisi lain, Kudus selama ini dikenal memiliki kekuatan ekonomi berbasis industri, dengan perusahaan besar seperti Djarum dan Pura Group yang menopang pertumbuhan dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Namun, dengan capaian IPM 77,94 pada 2025, Kudus masih berada pada kategori tinggi, satu tingkat di bawah Kendari.
Kunjungan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus peluang kolaborasi. Kudus ingin mengadopsi pendekatan Kendari yang menitikberatkan pada penguatan layanan dasar, sementara tetap mempertahankan kekuatan ekonominya.
Menjadi Referensi Nasional
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa peningkatan IPM bukan hasil instan, melainkan buah dari kebijakan yang konsisten dan berfokus pada manusia.
Pertemuan ini memperlihatkan bahwa pembangunan tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari sejauh mana kualitas hidup masyarakat meningkat.
Dengan capaian IPM yang sangat tinggi, Kendari kini tidak hanya berkembang—tetapi juga menginspirasi daerah lain dalam merancang pembangunan manusia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment