KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) semakin serius menapaki jalur internasional.
Melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), UHO menggelar pelatihan intensif persiapan akreditasi internasional pada 16–17 April 2026, sebagai langkah strategis mendorong pengakuan global terhadap mutu akademik kampus.
Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah program studi lintas fakultas yang tergabung dalam Batch 3. Para peserta dibagi dalam dua klaster untuk memperkuat pendampingan berbasis rumpun keilmuan, sesuai standar yang ditetapkan oleh ACQUIN, lembaga akreditasi internasional berbasis di Jerman.

Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), UHO menggelar pelatihan intensif persiapan akreditasi internasional pada 16–17 April 2026. File UHO
Klaster A mencakup lima program studi, yakni Ilmu Komunikasi, Sosiologi, Tradisi Lisan, Antropologi, dan Penyuluhan Pertanian yang merepresentasikan bidang sosial, humaniora, dan pertanian.
Sementara Klaster B terdiri dari empat program studi kependidikan, yaitu PGPAUD, PGSD, Pendidikan Fisika, dan Pendidikan Ekonomi.
Ketua pelaksana kegiatan, Rizal Adi Saputra, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penyusunan dokumen Self Assessment Report (SAR) berbasis klaster. Dokumen ini menjadi syarat utama dalam proses akreditasi internasional.
“Selama ini dokumen SAR masih disusun per program studi. Ke depan, akan digabung per klaster karena proses visitasi dilakukan berbasis klaster,” jelasnya melalui siaran resmi dikutip Selasa (21/4/2026).
Saat ini, terdapat empat fakultas yang tengah mengajukan akreditasi internasional, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Pertanian (FP), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Rizal menambahkan, dalam skema visitasi nanti, satu fakultas akan menjadi host, namun tim asesor tetap akan meninjau langsung fasilitas laboratorium di masing-masing program studi.
Ia menegaskan, kelengkapan dan kesesuaian kurikulum menjadi faktor krusial dalam menentukan kelulusan akreditasi.
“Beberapa program studi sebelumnya gagal karena tidak memenuhi standar mata kuliah yang dipersyaratkan oleh asosiasi keilmuan masing-masing,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, UHO juga akan menghadapi visitasi dari ACQUIN untuk empat program studi, yakni Kimia dan Fisika dari Fakultas MIPA, serta Ilmu Teknologi Pangan dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan dari Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan.
Sebagai lembaga nirlaba internasional, ACQUIN dikenal fokus pada penjaminan mutu pendidikan tinggi lintas disiplin ilmu. Dengan persiapan yang semakin matang, langkah UHO menuju kampus berstandar global kini semakin nyata. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment