Ekonomi & Bisnis Sultra
Home / Sultra / Realisasi APBN Regional Sultra Capai Rp13,22 Triliun, Ekonomi Tumbuh 5,89 Persen

Realisasi APBN Regional Sultra Capai Rp13,22 Triliun, Ekonomi Tumbuh 5,89 Persen

Infrastruktur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dok

KENDARI – Realisasi belanja APBN Regional Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 31 Juli 2025 tercatat mencapai Rp13.225,47 miliar atau 48,86% dari total pagu anggaran.

Meski mengalami kontraksi 7,43% (y-o-y), kinerja APBN ini tetap menjadi motor penggerak akselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Bumi Anoa. Demikian dikutip dari rilis APBN KiTa Regional (Kajian Fiskal Regional) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Tenggara, yang dimonitor Sabtu (30/8/2025).

Pada triwulan II-2025, ekonomi Sulawesi Tenggara tumbuh 5,89% (y-o-y), meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 0,23%. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp49,82 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 senilai Rp29,40 triliun.

Sementara itu, inflasi pada Juli 2025 tercatat 3,72% (y-o-y). Inflasi didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (8,01%), perawatan pribadi (6,94%), serta perumahan dan energi rumah tangga (0,81%).

Pendapatan Negara: Pajak dan PNBP Jadi Andalan

Realisasi pendapatan negara Sulawesi Tenggara hingga akhir Juli 2025 mencapai Rp2.263,61 miliar atau 41,63% dari target APBN. Namun, terjadi kontraksi 0,91% dibanding periode sama tahun lalu, terutama akibat turunnya permintaan ekspor aspal Buton dan harga nikel yang fluktuatif.

Skandal Nikel di Sultra: Ketua Kadin Anton Timbang Jadi Tersangka Tambang Ilegal

Penerimaan perpajakan: Rp1.753,30 miliar

Pajak: Rp1.617,33 miliar (terkontraksi 4,77%)

Kepabeanan: Rp135,97 miliar (tumbuh 25,16%)

Penerimaan signifikan berasal dari Pajak Lainnya (Rp337,23 miliar), sedangkan PPh, PPN, dan PBB terkontraksi cukup dalam.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai: Rp135,5 miliar dari bea masuk serta Rp2,02 miliar dari cukai, didorong oleh importasi gula dari Brazil oleh PT Prima Alam Gemilang di Bombana.

Nikel Indonesia Mengguncang Dunia: Dari Soroako 1901 ke Ambisi Kendalikan Pasar Global

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp510,31 miliar atau 73,72% dari target. Komposisinya terdiri dari PNBP lainnya Rp326,04 miliar dan pendapatan BLU Rp184,27 miliar. Secara tahunan, PNBP tumbuh 6,87%.

Belanja Negara: Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah

Realisasi belanja pemerintah pusat di Sulawesi Tenggara hingga Juli 2025 mencapai Rp3.093,22 miliar atau 42,55% dari pagu. Rinciannya:

Belanja Pegawai: Rp1.858,88 miliar (64,64%)

Belanja Barang: Rp933,23 miliar (31,21%)

Belanja Modal: Rp294,20 miliar (21,88%)

25 Tahun Otonomi Daerah: Resentralisasi Ancam Desentralisasi

Bantuan Sosial: Rp6,90 miliar (50,33%)

Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) tersalur Rp10.132,25 miliar atau 51,17% dari alokasi, tumbuh tipis 0,14% dibanding tahun lalu. Namun, beberapa pos masih mengalami kontraksi, seperti Dana Desa (12,02%) dan Dana Insentif Fiskal (22,46%).

Pemerintah mengimbau Pemda hingga level desa memperkuat koordinasi agar penyaluran anggaran, khususnya Dana Desa, lebih tepat waktu dan tepat sasaran untuk mendukung pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Akselerasi Pertumbuhan Inklusif dan Tantangan Ke Depan

Meski menghadapi kontraksi belanja dan fluktuasi pendapatan, APBN tetap menjadi instrumen utama mendorong pertumbuhan ekonomi Sultra.

Dukungan fiskal diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat, mendukung program pembangunan daerah, serta menjaga keberlanjutan ekonomi di tengah dinamika global.

Dengan realisasi APBN Rp13,22 triliun, Sulawesi Tenggara diarahkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan, selaras dengan agenda pembangunan nasional 2025. (MS)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

02

PSN Kawasan Industri Kendari Terpadu Hadapi Masalah Agraria

03

ESDM Sanksi 25 Perusahaan Tambang Nikel di Sulawesi Tenggara, Simak Daftarnya!

04

Inovasi Pengembangan Lahan Urban di Kendari Layak Jadi Inspirasi

05

Polda Sultra Ringkus 4 IRT Kurir Sabu Jaringan Internasional dari Malaysia

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits