KENDARI — Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai memasang alarm dini.
Di tengah kenaikan harga yang perlahan tapi pasti, inflasi kota ini tercatat mencapai 2,83 persen secara tahunan (year on year) pada April 2026.
Sinyal ini mengemuka dalam rapat pembahasan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang digelar di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (4/5/2026).
Mewakili Pemkot Kendari, Asisten II Nismawati menegaskan bahwa stabilitas harga kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia menyebut, inflasi yang tak terkendali bisa langsung berdampak pada daya beli masyarakat.
“Pengendalian inflasi penting untuk menjaga kesejahteraan warga,” tegasnya.
Menurutnya, Pemkot terus mengandalkan strategi klasik namun krusial: menjaga pasokan bahan pokok dan rutin memantau harga di pasar.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah lonjakan harga yang kerap terjadi tanpa peringatan.
Namun data berbicara lebih keras.
Plt Kepala BPS Kendari, Sri Aryani, mengungkapkan bahwa kenaikan harga paling terasa terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 2,95 persen.
Sementara sektor transportasi dan pendidikan bahkan melonjak lebih tinggi, masing-masing 5,00 persen dan 5,07 persen.
Yang paling mencolok, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya meroket hingga 6,26 persen—angka tertinggi dalam komponen pengeluaran.
Di sisi lain, tak semua harga naik. Kelompok pakaian dan alas kaki justru mengalami penurunan, masing-masing sebesar 1,11 persen dan 1,85 persen.
Meski begitu, penurunan ini belum cukup untuk meredam tekanan inflasi secara keseluruhan.
Nismawati menekankan peran krusial Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam merespons situasi ini.
Ia meminta agar koordinasi lintas sektor diperkuat, terutama dalam menghadapi potensi gejolak harga menjelang momen-momen tertentu.
“Respons cepat dan tepat adalah kunci. Jangan sampai masyarakat yang menanggung dampaknya,” ujarnya.
Dengan tren kenaikan di sejumlah sektor vital, pertanyaan besarnya kini: seberapa kuat daya tahan ekonomi warga Kendari menghadapi tekanan harga yang kian terasa? (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini


Comment