KOLAKA – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengapresiasi perkembangan kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Keberadaan kawasan industri terintegrasi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat hilirisasi mineral sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Sarmuji saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri IPIP, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, pengembangan kawasan industri tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi dan nilai investasi. Lebih dari itu, keberadaan industri harus mampu menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah maupun nasional.
“Pengembangan kawasan industri terintegrasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi dan nilai investasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah dan nasional,” kata Sarmuji.
Ia menegaskan, salah satu indikator penting keberhasilan pengembangan kawasan industri adalah kemampuannya menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Dalam kunjungan tersebut, Sarmuji didampingi jajaran Kementerian Perindustrian serta anggota DPR RI Ridwan Bae. Rombongan diterima langsung oleh CEO IPIP Ning Jiancheng bersama jajaran manajemen perusahaan.
Selama berada di kawasan industri, rombongan meninjau perkembangan proyek serta menerima paparan mengenai progres pembangunan, rencana pengembangan kawasan, dan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat serta perekonomian daerah.
Sarmuji juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen IPIP dalam mendukung percepatan hilirisasi mineral nasional, khususnya pengembangan industri pengolahan dan pemurnian mineral di Sulawesi Tenggara.
Dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan tersebut tercermin melalui penetapan IPIP sebagai Objek Vital Nasional Bidang Industri (OVNI) pada September 2025. Sebelumnya, kawasan industri ini juga telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Penetapan tersebut mempertegas posisi strategis kawasan industri Pomalaa dalam mendukung agenda hilirisasi mineral dan penguatan struktur industri nasional.
Sementara itu, CEO IPIP Ning Jiancheng menyampaikan bahwa perusahaan terus berkomitmen mengembangkan kawasan industri sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal dan menggerakkan rantai ekonomi daerah.
“Kami berharap keberadaan IPIP dapat mewujudkan cita-cita bersama dalam membuka lapangan kerja lokal hingga meningkatkan perekonomian daerah maupun nasional,” ujarnya.
Ia menilai dukungan dan sinergi antara pemerintah, legislatif, serta pelaku industri menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan pengembangan kawasan industri.
Ke depan, IPIP diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan industri modern, aman, dan berdaya saing global. Pengembangannya juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem hilirisasi mineral, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Dengan demikian, pertumbuhan kawasan industri nikel di Kolaka tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan kapasitas produksi, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga. (MS Network)

Comment