News
Home / News / Jenazah Terakhir Korban Heli MI-17 di Seruyan Dievakuasi

Jenazah Terakhir Korban Heli MI-17 di Seruyan Dievakuasi

Helikopter MI-17 Penerbad saat mengambil air di laut untuk pemadaman karhutla
Helikopter MI-17 Penerbad saat mengambil air di laut untuk pemadaman karhutla di TNTP, Rabu (4/11/2026), sesaat sebelum terjatuh. Sumber: Dok Polda Kalteng via BSI News

SERUYAN – Jenazah terakhir korban kecelakaan helikopter MI-17V5 TNI Angkatan Darat di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, berhasil dievakuasi pada Jumat 6 November 2026. Jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo ditemukan di dalam bangkai helikopter yang berada di dasar perairan. Helikopter itu jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Helikopter jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, pada Rabu 4 November 2026 sekitar pukul 11.18 WIB. Helikopter tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk misi water bombing di Taman Nasional Tanjung Puting. Nomor registrasi helikopter itu diperdebatkan, karena BNPB menulis HA-5232 sementara Dispenad dan sejumlah media lain menulis HA-5235.

Jenazah Heri ditemukan pukul 09.15 WIB, meski satu media lokal menyebut penemuan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Evakuasi dipimpin Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. Badan helikopter dibalik terlebih dahulu dengan bantuan tugboat agar penyelam dapat masuk ke dalam bangkai.

Dari titik penemuan, jenazah diangkut dengan speedboat Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung. Proses evakuasi menghadapi kendala arus yang kuat, air keruh berlumpur, minim pencahayaan, serta tumpahan minyak di lokasi kejadian.

Pencarian di lokasi melibatkan penyelam yang harus bekerja di air keruh dan berlumpur dengan jarak pandang sangat terbatas. Tumpahan minyak di permukaan air menambah sulitnya operasi evakuasi di perairan Desa Sungai Perlu. Meski begitu, tim di lapangan terus bekerja hingga jenazah terakhir berhasil ditemukan pada Jumat pagi. Evakuasi jenazah Heri menjadi penutup rangkaian pencarian delapan kru helikopter tersebut.

Margarito: Januari 2027 Ada Wapres Baru?

Tiga Prajurit Gugur, Lima Selamat

Kecelakaan itu menewaskan tiga prajurit TNI Angkatan Darat. Mereka adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Pangkat Heri sempat disebut berbeda, karena Polda Kalimantan Tengah awalnya menyebut Serda Heri, sementara TNI Angkatan Darat dan BNPB menyebut Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Ada pula satu media yang menulis namanya sebagai Hery Prasetyo.

Lima kru lainnya selamat dalam kecelakaan tersebut. Mereka adalah Kapten Cpn Febri, Kapten Cpn Sugand, Letda Cpn Fercis, Pratu Gilang, dan Serka Kadiya. Kelima prajurit itu dirawat di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat di Banjarmasin.

Daftar kru yang beredar pada awal kejadian juga berbeda dengan daftar resmi BNPB. Media bsinews pada 5 November memuat daftar delapan kru yang antara lain mencantumkan Mayor Cpn Dudi, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, dan Serda Sardi. Perbedaan pangkat itu sejalan dengan kenaikan pangkat anumerta bagi prajurit yang gugur, yakni Dudi dari Mayor menjadi Letkol dan Nurhafiz dari Lettu menjadi Kapten. Namun nama Serda Sardi hanya muncul di daftar awal, sementara nama Sertu Heri Prasetyo tidak ada di daftar tersebut.

Ejaan nama kru juga masih berbeda antar media, misalnya Fercis yang ditulis sebagai Frjiz di satu media lain. Daftar resmi BNPB dan Dispenad menjadi acuan utama karena merupakan rilis resmi terbaru, sedangkan perbedaan dengan daftar awal tetap dicatat sebagai hal yang diperdebatkan.

Black Box Ditemukan, Penyebab Diperiksa

Kotak hitam atau black box helikopter sudah ditemukan di dalam bangkai pesawat. Penyebab kecelakaan hingga kini belum diketahui dan masih diperiksa oleh pihak berwenang. Penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan rangkaian peristiwa sebelum helikopter jatuh ke perairan.

Bahlil Disebut Terlibat Sadap, Ini Faktanya

Kecelakaan terjadi di tengah operasi pemadaman karhutla yang sedang berlangsung di Kalimantan Tengah. Helikopter MI-17V5 merupakan salah satu armada yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Misi water bombing dilakukan untuk memadamkan kebakaran yang melanda kawasan taman nasional tersebut.

Penghormatan Terakhir bagi Prajurit Gugur

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memberi penghormatan terakhir kepada dua prajurit gugur lainnya di Semarang, Kamis 5 November 2026. Jenazah Kapten Nurhafiz disalatkan di Masjid Attaqwa, Kompleks Penerbad, Semarang.

Pemakaman militer Kapten Nurhafiz dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal dengan Kasad sebagai inspektur upacara. Jenazah Letkol Dudi dibawa menuju Bandung. “Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” kata Tandyo.

Jenazah Heri dipulangkan pada Sabtu 7 November dengan pesawat Casa 212 A-9135 dari Seruyan menuju Bandara Kediri. Pesawat tiba pukul 10.45 WIB dan upacara penyambutan dipimpin Dandim Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.

Pemakaman Militer di Trenggalek

Dari Bandara Kediri, jenazah dibawa ke rumah duka di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Upacara persemayaman dilaksanakan pukul 13.00 WIB dan dipimpin Danpuspenerbad Mayjen TNI M. Masrukin.

Eks Kapolri Lain Terlibat Sadap? Ini Faktanya

Pemakaman militer dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Trenggalek pukul 14.00 WIB. Inspektur upacara adalah Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto. Penerbangan pemulangan sempat ditunda sehari karena penyiapan jenazah dan cuaca buruk di Seruyan.

Prosesi pemakaman menutup rangkaian penghormatan militer bagi ketiga prajurit yang gugur dalam tugas pemadaman karhutla. Ketiga jenazah kini telah dimakamkan dengan upacara militer di daerah asal masing-masing.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *