KOLAKA — Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memasang target ambisius menjelang Pemilu 2029.
Di bawah kepemimpinan La Ode Darwin, partai berlambang pohon beringin itu menargetkan penguatan organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan, sekaligus meningkatkan perolehan kursi legislatif, termasuk membidik dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara.
Target tersebut mengemuka dalam pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPD Partai Golkar di 17 kabupaten dan kota. Prosesi pelantikan berlangsung di Kolaka, Minggu (1/11/2026), dipimpin Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji.
Agenda tersebut menandai dimulainya fase konsolidasi lanjutan bagi Golkar Sultra untuk memperkuat struktur organisasi, menjaga soliditas kader, dan mempersiapkan mesin politik menghadapi kontestasi Pemilu 2029.
Konsolidasi hingga Tingkat Desa
Ketua DPD Partai Golkar Sultra La Ode Darwin menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi prioritas setelah pelantikan.
Menurutnya, penguatan struktur partai secara menyeluruh merupakan fondasi untuk memperbesar dukungan politik dan meningkatkan perolehan suara di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Darwin menyampaikan bahwa musyawarah daerah di 17 kabupaten dan kota telah diselesaikan melalui mekanisme aklamasi tanpa konflik. Ia menilai proses tersebut menjadi modal penting untuk menjaga persatuan kader dan memperkuat koordinasi organisasi.
Tahap berikutnya adalah memperluas konsolidasi hingga tingkat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, dan kota. Golkar Sultra menargetkan musyawarah di tingkat desa dan kelurahan rampung paling lambat 31 Desember 2026, dilanjutkan dengan penguatan organisasi secara berkelanjutan mulai 2027 hingga menjelang pemilu.
Langkah ini diarahkan untuk memastikan struktur partai tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga aktif menjangkau masyarakat dan menjalankan fungsi politik di tingkat akar rumput.
Ambisi Rebut Dua Kursi DPR RI
Target utama Golkar Sultra adalah meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029, baik di DPR RI, DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, maupun DPRD kabupaten dan kota.
Secara khusus, Darwin menyatakan ambisi untuk mengamankan dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Golkar Sultra. Konsolidasi internal perlu diterjemahkan menjadi peningkatan elektabilitas, perluasan basis dukungan, serta kemampuan kader merespons kebutuhan masyarakat.
Darwin juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Golkar Sultra, katanya, berkomitmen mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan selama lima tahun ke depan, terutama dalam mendorong kebijakan serta program pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Dengan demikian, penguatan organisasi dan peningkatan perolehan kursi legislatif diarahkan berjalan beriringan dengan pelaksanaan fungsi politik dan pengawasan pemerintahan.
Sarmuji: Golkar Harus Mampu Merangkul Gen Z
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji menekankan bahwa penguatan organisasi harus disertai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi, terutama dalam menjangkau generasi muda.
Menurut Sarmuji, pengurus partai perlu merangkul berbagai kelompok, mulai dari kader senior hingga generasi Z yang tumbuh bersama teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan media sosial.
Ia mengingatkan bahwa pola masyarakat dalam mencari informasi dan membentuk pandangan telah berubah. Generasi muda semakin mengandalkan platform digital untuk memperoleh informasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan.
Perubahan tersebut menuntut partai politik untuk menyesuaikan pendekatan komunikasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Bagi Golkar Sultra, menjangkau pemilih muda menjadi salah satu tantangan strategis menjelang Pemilu 2029. Penguatan struktur organisasi perlu diimbangi dengan komunikasi politik yang lebih adaptif, partisipatif, dan sesuai dengan karakter generasi digital.
Mendukung Program Pemerintahan Prabowo
Sarmuji juga mengingatkan pengurus Golkar di daerah mengenai dua mandat utama partai berdasarkan hasil Musyawarah Nasional: menyukseskan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga tingkat daerah dan meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
Menurutnya, sebagai partai yang berada dalam koalisi pemerintahan, Golkar memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pemerintah.
Ia menegaskan bahwa soliditas internal harus dijaga agar partai dapat menjalankan agenda politik secara efektif. Perbedaan di dalam organisasi, menurutnya, tidak boleh berkembang menjadi perpecahan yang melemahkan kekuatan partai.
Pesan tersebut menempatkan persatuan kader sebagai salah satu prasyarat bagi Golkar untuk memperkuat posisi politik, baik dalam mendukung agenda pemerintahan maupun dalam menghadapi persaingan elektoral.
Konsolidasi Politik dan Kepedulian Sosial
Rangkaian pelantikan pengurus Golkar Sultra juga diwarnai kegiatan sosial. Panitia menyiapkan bantuan sebanyak 1.000 karung beras untuk disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Kolaka.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan kepedulian sosial partai di tengah agenda konsolidasi organisasi.
Darwin mengajak seluruh kader menjaga kekompakan, memperkuat persatuan, dan bekerja maksimal untuk membesarkan Golkar di Sulawesi Tenggara.
Dengan konsolidasi hingga tingkat akar rumput, pendekatan yang lebih adaptif terhadap pemilih muda, serta target penambahan kursi legislatif, Golkar Sultra berupaya memperkuat fondasi politiknya menuju Pemilu 2029.
Ambisi merebut dua kursi DPR RI menjadi salah satu tolok ukur penting bagi kepemimpinan La Ode Darwin. Tantangannya adalah mengubah konsolidasi organisasi menjadi dukungan nyata masyarakat di tengah persaingan politik yang semakin kompetitif. (MS Network)

Comment