News
Home / News / Program MBG di Kendari Sudah Jangkau 3.500 Penerima Manfaat

Program MBG di Kendari Sudah Jangkau 3.500 Penerima Manfaat

Paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ilustrasi

KENDARI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak nyata dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Di Kota Kendari, program strategis ini telah menjangkau lebih dari 3.500 penerima manfaat, mencakup pelajar dan kelompok rentan. Keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan sekaligus koordinator tingkat provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebagai pelaksana teknis dan koordinator program MBG, SPPG Kendari menjalin kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari TNI/Polri, Kejaksaan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga BKKBN.

Untuk menjamin pemenuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai jenjang usia, SPPG juga melibatkan tenaga ahli gizi di setiap satuan pelaksana.

Keunikan pelaksanaan MBG di Kendari terletak pada pendekatan multisektor dan pemberdayaan lokal. Bahan pangan yang digunakan dipasok dari hasil produksi daerah, sementara tenaga pelaksana direkrut dari masyarakat setempat.

Teror Agraria di Angata, Konawe Selatan: 50 Rumah Dibakar

“Ini menciptakan multiplier effect yang tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga mendorong perekonomian lokal dan membentuk ekosistem pangan sehat yang berkelanjutan,” demikian siaran Kanwil DJPb Sultra dikutip Kamis (10/7/2025).

Tantangan di Lapangan: MBG di Tengah Geografi Sultra

Meski mencatat capaian menggembirakan, implementasi program MBG di Sultra masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

– Aksesibilitas wilayah 3T, khususnya daerah kepulauan, yang menyulitkan distribusi makanan.

– Ketergantungan pada pasokan lokal, terutama beras, yang belum sepenuhnya mencukupi saat program berjalan penuh.

Kendari New Port: Episentrum Baru Ekspor Nikel di Tengah Ledakan Industri Sulawesi Tenggara

– Adaptasi sistem cashless oleh pemasok lokal yang masih rendah.

– Beban administrasi tambahan di sekolah, seperti laporan siswa harian.

– Pengelolaan sisa makanan yang memerlukan dokumentasi resmi untuk penyaluran ke pihak ketiga.

– Keterlambatan penggantian biaya kepada pemasok karena sistem keuangan terpusat.

– Status penggunaan aset negara yang membutuhkan penertiban agar sesuai aturan Barang Milik Negara (BMN).

Pulau Bokori Diperebutkan, Ada Apa?

Untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi program, sejumlah strategi penguatan telah diusulkan:

– Menjadikan SPPG sebagai satuan kerja (satker) tersendiri, agar pembayaran dan pelaporan keuangan bisa dilakukan langsung melalui KPPN setempat.

– Penyusunan pedoman penggunaan aset, khususnya yang berasal dari Kementerian/Lembaga lain.

– Dukungan penuh dari Kanwil DJPb Sultra dalam hal tata kelola keuangan, akuntabilitas, dan sinergi antarinstansi.

Koordinasi MBG oleh SPPG Kendari menjadi wujud nyata dukungan Kementerian Keuangan melalui Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan gizi.

Meskipun masih menghadapi hambatan struktural dan teknis, pendekatan kolaboratif dan adaptif yang berbasis potensi lokal menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (MS)

Simak Berita Lainnya di WA ChannelĀ disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

02

Kendari Butuh Terobosan Besar untuk Genjot Investasi di Tahun 2025

03

Profil Laode Sulaeman, Putra Baubau Sulawesi Tenggara yang Resmi Jadi Dirjen Migas ESDM

04

Harga BBM Pertamina Naik per 1 Juli, Berikut Daftarnya

05

Kota Bau-Bau Miliki 3 Modal Strategis Sebagai Pusat Pertumbuhan Industri Pariwisata

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits