KENDARI — Politisi senior Partai Golkar, Ridwan Bae menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembenahan infrastruktur strategis di Sulawesi Tenggara tahun ini dengan turun langsung meninjau berbagai titik jalan rusak, jembatan penghubung, hingga kawasan rawan banjir di sejumlah daerah.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu melakukan kunjungan kerja pada 15–17 Mei 2026 di Kabupaten Konawe Selatan, Kota Kendari, Muna, hingga Buton Tengah guna memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan melalui pemerintah pusat.
Didampingi Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sultra, Haryono, Ridwan Bae meninjau langsung ruas Jalan Lalembu yang menghubungkan Konawe Selatan dan Kolaka Timur. Jalur tersebut dinilai strategis karena menjadi akses penghubung penting antardaerah, namun kondisinya masih memerlukan penanganan serius.
Ridwan juga meninjau lokasi rencana pembangunan jembatan penyeberangan di Kecamatan Sabulakoa menuju Pondidaha, Kabupaten Konawe.
Hingga kini masyarakat masih menggunakan rakit tradisional untuk menyeberang sehingga dianggap berisiko terhadap keselamatan warga.
“Banyak infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat tetapi belum mampu ditangani daerah karena keterbatasan anggaran. Karena itu, kami akan mendorong agar program-program ini mendapat perhatian pemerintah pusat tahun ini,” tegas Ridwan Bae, dikutip Selasa (19/5/2026) .
Dari Konawe Selatan, peninjauan dilanjutkan ke Kota Kendari bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV, dan BPJN Sultra untuk mengevaluasi persoalan banjir yang terus terjadi setiap tahun.
Menurut Ridwan, persoalan banjir di Kendari dipicu buruknya konektivitas drainase antara jalan nasional, provinsi, dan kota. Selain itu, banyak bangunan yang mempersempit saluran air sehingga memperparah genangan saat hujan deras.
“Persoalan banjir ini harus diselesaikan bersama-sama. Pemerintah kota, provinsi, dan pusat harus bergerak secara terpadu,” ujarnya.
Di Kabupaten Muna, Ridwan Bae meninjau Jalan Pantai Kota Raha, Jalan SOR La Ode Pandu, hingga ruas Wasolangka–Marobo yang dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata.
Ia juga menyoroti akses jalan menuju sejumlah desa lokasi program Koperasi Merah Putih yang dinilai perlu segera dibenahi agar distribusi hasil produksi masyarakat tidak terkendala.
“Kalau akses jalannya rusak, biaya distribusi akan mahal dan program ekonomi masyarakat tidak akan berjalan maksimal,” katanya.
Sementara di Kabupaten Buton Tengah, Ridwan meninjau jalan penghubung Kantor Bupati menuju RSUD Buteng yang dibangun melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi gagasan Bupati Buton Tengah, Azhari, terkait program transmigrasi maritim berbasis potensi kelautan yang dinilai memiliki prospek besar bagi penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala BPJN Sultra, Haryono, mengatakan sejumlah titik yang ditinjau bersama Ridwan Bae memang menjadi perhatian pemerintah pusat karena berkaitan langsung dengan konektivitas wilayah dan keselamatan masyarakat.
Menurutnya, BPJN Sultra siap mengawal usulan pembangunan yang telah memenuhi syarat administrasi dan teknis agar bisa masuk dalam program pembangunan nasional.
“Kami siap mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Sultra sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Haryono.
Ridwan Bae memastikan seluruh hasil kunjungan kerja tersebut akan dibawa dan diperjuangkan melalui Komisi V DPR RI bersama kementerian terkait agar pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tenggara dapat dipercepat dan dirasakan langsung masyarakat tahun ini. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment