Industri Seputar Nikel
Home / Seputar Nikel / Aliansi Nikel ASEAN: Indonesia dan Filipina Kuasai 73 Persen Pasokan Dunia

Aliansi Nikel ASEAN: Indonesia dan Filipina Kuasai 73 Persen Pasokan Dunia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Hon. Maria Cristina A. Roque menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Strategic Nickel Industry Development Cooperation antara Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan Philippine Nickel Industry Association (PNIA) dalam forum Indonesia-Philippines High Level Business Roundtable, Kamis (7/5/2026). Ekon

CEBU – Indonesia dan Filipina resmi membentuk aliansi strategis sektor nikel yang diproyeksikan menjadi kekuatan baru rantai pasok mineral kritis dunia.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Strategic Nickel Industry Development Cooperation antara Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan Philippine Nickel Industry Association (PNIA) di Cebu, Filipina.

Penandatanganan disaksikan langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Hon. Maria Cristina A. Roque dalam forum Indonesia-Philippines High Level Business Roundtable, Kamis (7/5/2026).

Aliansi ini lahir di tengah kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Filipina dalam agenda KTT ASEAN ke-48 dan disebut menjadi fondasi terbentuknya Indonesia-Philippines Nickel Corridor.

Indonesia-Filipina Jadi Penguasa Nikel Dunia

Data United States Geological Survey (USGS) 2026 menunjukkan Indonesia dan Filipina bersama-sama menguasai 73,6 persen produksi nikel global sepanjang 2025.

Aliansi Masyarakat Adat Tuntut IUP Nikel PT Toshida Dicabut di Kolaka, Sulawesi Tenggara

Indonesia menjadi produsen terbesar dunia dengan kontribusi 2,6 juta ton atau sekitar 66,7 persen produksi global, sementara Filipina menyumbang 270 ribu ton atau 6,9 persen.

Dari sisi cadangan, Indonesia menguasai sekitar 44,5 persen cadangan nikel dunia atau 62 juta ton, sedangkan Filipina memiliki sekitar 4,8 juta ton.

“Kolaborasi ini bukan kerja sama biasa. Ini adalah fondasi bagi Indonesia-Philippines Nickel Corridor, poros cadangan dan produksi nikel yang tak terpisahkan bagi dunia,” ujar Airlangga.

Smelter Indonesia Dapat Jaminan Pasokan

Kerja sama APNI dan PNIA mencakup pertukaran informasi perdagangan nikel, pengembangan teknologi hilirisasi, pemanfaatan produk sampingan industri pengolahan, hingga pengembangan sumber daya manusia sektor nikel berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia mencatat nilai ekspor produk olahan nikel sepanjang 2025 mencapai USD9,73 miliar. Hingga 2030, investasi sektor hilirisasi diproyeksikan mencapai USD47,36 miliar dengan potensi penyerapan lebih dari 180 ribu tenaga kerja.

KPK Bongkar Celah Suap dan Gratifikasi di Sultra: Perizinan hingga Pajak Paling Rawan

Airlangga menjelaskan smelter Indonesia membutuhkan pasokan bijih nikel stabil dengan rasio silikon dan magnesium tertentu yang dapat dipenuhi dari Filipina melalui proses blending.

Dengan skema tersebut, Filipina tidak lagi hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi masuk dalam rantai nilai industri regional yang lebih tinggi. Sementara Indonesia memperoleh keamanan pasokan bahan baku untuk industri baterai kendaraan listrik dan baja tahan karat.

Nikel Jadi Senjata Energi Masa Depan

Pemerintah juga menegaskan nikel kini menjadi mineral kritis utama dalam transisi energi global. Produk turunannya akan menjadi tulang punggung baterai kendaraan listrik hingga sistem penyimpanan energi panel surya.

Untuk memperkuat posisi itu, Indonesia terus mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terintegrasi dengan rantai pasok mineral kritis dunia, mulai dari smelter, bahan baku baterai, hingga pusat inovasi teknologi hilirisasi.

Aliansi Indonesia-Filipina ini dinilai akan memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat kekuatan baru industri nikel dan energi hijau global. (MS Network)

KPK Mulai Dalami Dugaan Korupsi APBD untuk Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *