KENDARI — Upaya pengamanan aset strategis ketenagalistrikan di Sulawesi Tenggara mulai dipercepat.
PT PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Tenggara memperkuat sinergi untuk mempercepat sertifikasi aset infrastruktur listrik yang tersebar di sejumlah daerah di Bumi Anoa.
Langkah ini dinilai penting bukan hanya untuk memberikan kepastian hukum terhadap aset negara, tetapi juga menjadi fondasi besar dalam menjaga stabilitas pasokan listrik dan mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
Tim Sertifikasi PLN UIP Sulawesi melakukan koordinasi langsung bersama Kepala Kantor Wilayah BPN Sulawesi Tenggara, Budi Hartanto, beserta jajaran kantor pertanahan di Kendari, Konawe, Konawe Utara, Baubau, hingga Muna.
Fokus utama kolaborasi tersebut adalah percepatan penerbitan 99 persil sertifikat aset ketenagalistrikan milik PLN di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa sertifikasi aset menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan berkelanjutan dan aman secara hukum.
Menurutnya, legalitas aset menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan sistem listrik sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih sehat di Sulawesi Tenggara.
“Sinergi PLN bersama BPN Sulawesi Tenggara menjadi fondasi penting dalam menghadirkan kepastian hukum aset ketenagalistrikan. Dengan legalitas aset yang kuat, PLN dapat semakin optimal menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Sultra, Budi Hartanto, menegaskan pihaknya siap mendukung percepatan sertifikasi aset strategis nasional, termasuk infrastruktur kelistrikan milik PLN.
Ia menyebut kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menata pengelolaan aset negara agar lebih tertib, akuntabel, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Penguatan sertifikasi aset ini juga menjadi sinyal bahwa pembangunan sektor energi di Sulawesi Tenggara mulai diarahkan lebih serius, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan listrik akibat ekspansi industri, kawasan pertambangan, dan pertumbuhan investasi di wilayah tersebut.
Dengan percepatan legalitas aset, PLN optimistis sistem ketenagalistrikan Sulawesi Tenggara akan semakin kuat menopang pembangunan daerah, sekaligus membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan timur Indonesia. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment