Ekonomi & Bisnis
Home / Ekonomi & Bisnis / Harga Cabai-Bawang Meroket, Kemendagri Sentil Pemda: Jangan Diam Saat Rakyat Menjerit

Harga Cabai-Bawang Meroket, Kemendagri Sentil Pemda: Jangan Diam Saat Rakyat Menjerit

Komoditi cabai merah. Arsip

JAKARTA – Lonjakan harga cabai dan bawang merah di berbagai daerah mulai memicu kekhawatiran.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, secara tegas meminta pemerintah daerah (Pemda) tidak tinggal diam dan segera memastikan ketersediaan pasokan dua komoditas vital tersebut.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Tomsi menyoroti masih lemahnya respons daerah terhadap gejolak harga pangan yang berulang setiap tahun.

Ia menekankan, daerah harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat, terutama untuk komoditas yang menjadi konsumsi harian seperti cabai dan bawang merah.

“Kalau masyarakat kita gemar makan cabai, harus ada upaya nyata. Jangan hanya melihat, tapi pikirkan solusi,” tegasnya, Jumat, 24 April 2026.

Job Fair HUT Sultra: Ribuan Lowongan Tersedia, Dominan Industri Nikel

Kenaikan harga ini dipicu oleh terbatasnya pasokan di sejumlah wilayah.

Data Kementerian Pertanian per April 2026 menunjukkan produksi cabai rawit dan cabai merah mengalami defisit di berbagai daerah, mulai dari Papua, Sulawesi, Kalimantan hingga Sumatera.

Menanggapi kondisi tersebut, Tomsi mendorong Pemda menggencarkan gerakan menanam komoditas hortikultura yang relatif mudah dibudidayakan.

Ia menilai persoalan cabai dan bawang merah bukan hal baru, melainkan masalah klasik yang terus berulang akibat lemahnya mitigasi.

Tak hanya itu, daerah yang mengalami defisit diminta segera menjalin kerja sama dengan wilayah surplus, sekaligus berkoordinasi aktif dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi distribusi dan produksi.

Hilirisasi Nikel Merajai Investasi Mineral di Indonesia

“Kami sudah 163 kali menggelar rapat pengendalian inflasi. Sekarang yang dibutuhkan adalah kesadaran dan tindakan nyata di daerah,” ujarnya.

Peringatan keras pun dilontarkan. Tomsi menilai, jika peluang pengendalian sudah tersedia namun tidak dimanfaatkan, maka hal itu mencerminkan kelalaian serius pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari lintas lembaga, termasuk perwakilan Badan Pusat Statistik dan Badan Pangan Nasional, yang bersama-sama menyoroti pentingnya sinergi dalam menjaga inflasi tetap terkendali. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Stok Beras Tembus 4,9 Juta Ton, Konawe Selatan Jadi Lumbung Dadakan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top News

01

Janji Smelter Nikel di Routa Menguap, Tanah Adat Terus Dikeruk

02

Satgas PKH Sita Lahan Tambang Emas PT Panca Logam Makmur di Bombana

03

Investasi Rp181,58 Triliun di Pomalaa, IPIP akan Serap 10.000 Tenaga Kerja

04

Sultra Industrial Park (SIP) akan Dibangun di Bombana, Siapa Investornya?

05

Breaking News: Gempa M5,1 Guncang Wakatobi, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru






Iklan Promosi Mediasultra.com

Media Politik






Kendari Hits