KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) siap membanjiri pasar tenaga kerja dengan ratusan lulusan baru.
Dalam wisuda periode 7 Mei 2026, sebanyak 749 wisudawan resmi dikukuhkan, mulai dari jenjang diploma, sarjana, profesi, magister hingga doktor.
Jumlah lulusan yang terus bertambah setiap periode menegaskan posisi UHO sebagai “pabrik” sumber daya manusia terbesar di Sulawesi Tenggara.
Di tengah ekspansi industri tambang, hilirisasi nikel, sektor kesehatan, pendidikan hingga birokrasi, pasokan SDM lokal kini semakin melimpah.
Wisuda kali ini melibatkan lulusan dari 14 fakultas dan Pascasarjana. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 159 wisudawan, disusul Fakultas Farmasi yang mencetak 155 apoteker profesional, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 63 lulusan.
Tak hanya kuantitas, kualitas lulusan juga menjadi sorotan. Banyak wisudawan meraih predikat cumlaude dengan IPK nyaris sempurna. Lulusan terbaik tingkat universitas diraih oleh Nur Grace dari Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya dengan IPK 3,95 dan masa studi hanya 3 tahun 9 bulan.
Sementara itu, sejumlah lulusan terbaik fakultas bahkan mencatat IPK 4,0, di antaranya Muhamad Irfan Rama dari Pascasarjana, Sri Sulastri dari Pendidikan Seni S2, hingga Fandi Ahmad dari Profesi Apoteker.
Dalam sambutannya, Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal persaingan di dunia kerja yang semakin kompetitif dan berubah cepat.
“Ilmu yang diperoleh harus menjadi bekal untuk berkompetisi dan menjawab tantangan zaman. Lulusan dituntut kreatif, inovatif, adaptif, dan mampu membantu menyelesaikan persoalan masyarakat,” pesan rektor di hadapan ratusan wisudawan.
UHO juga meminta para alumni aktif mengikuti program tracer study untuk memantau tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja.
Data tersebut menjadi indikator penting akreditasi kampus sekaligus dasar penyesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
Lonjakan jumlah alumni ini datang di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terdidik di Sulawesi Tenggara.
Investasi besar di sektor pertambangan, smelter nikel, layanan kesehatan, pendidikan, hingga digitalisasi pemerintahan membuat kebutuhan SDM profesional terus meningkat.
Dengan status akreditasi “Unggul” dan masuk pemeringkatan universitas Asia versi Times Higher Education (THE), UHO kini semakin menegaskan diri sebagai pusat pencetak SDM andalan kawasan timur Indonesia. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment