News
Home / News / Veda Ega Bidik Podium di Moto3 Qatar, Marquez Kunci Gelar

Veda Ega Bidik Podium di Moto3 Qatar, Marquez Kunci Gelar

Veda Ega Pratama membalap di Grand Prix Ceko 2026
Veda Ega Pratama di Grand Prix Ceko 2026. Sumber: Wikimedia Commons

LUSAIL – Grand Prix Qatar 2026 akan digelar di Sirkuit Internasional Lusail pada 6-8 November 2026 sebagai seri ke-20 dari 22 putaran Kejuaraan Dunia MotoGP musim ini. Balapan malam di bawah sorotan lampu itu menjadi sorotan ganda bagi publik Indonesia, karena pembalap muda Veda Ega Pratama turun di kelas Moto3 dan pembalap Ducati Marc Marquez berpeluang memastikan gelar juara dunia lebih awal.

Rangkaian akhir pekan dimulai Jumat, 6 November 2026, dengan sesi latihan bebas dan Practice, berlanjut ke kualifikasi dan Sprint pada Sabtu, 7 November 2026, lalu ditutup balapan utama pada Minggu, 8 November 2026. Balapan Moto3 dijadwalkan pukul 20.00 WIB pada Minggu, sedangkan balapan utama MotoGP digelar pukul 23.00 WIB pada hari yang sama.

Veda Ega datang ke Lusail dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi. Pembalap Honda Team Asia asal Gunungkidul itu baru saja mencatat hasil terbaiknya di kelas Moto3 dengan finis kedua pada seri Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu, 1 November 2026. Hasil tersebut menjadi podium keduanya pada musim debutnya di kejuaraan dunia Moto3.

Veda Ega Berbekal Podium Sepang

Di Sepang, Veda finis di belakang Maximo Quiles dan mencatatkan hasil terbaik sepanjang kiprahnya di Moto3. Sebelumnya, ia sudah pernah naik podium dengan finis ketiga pada Moto3 Brasil pada April 2026. Dua podium itu diraih pada musim pertamanya di kelas Grand Prix.

Tambahan 20 poin dari Malaysia membuat Veda mengumpulkan total 131 poin dan menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026. Ia unggul 10 poin atas Valentin Perrone yang berada tepat di bawahnya. Hasil di Sepang juga mengangkat posisinya satu tingkat dalam klasemen sementara.

Piala Asia 2027 Ditunda, Erick Thohir: Untungkan Indonesia

Veda juga sempat menunjukkan kecepatannya dengan merebut pole position pada Moto3 Australia di Sirkuit Phillip Island. Namun, balapan di Australia itu batal digelar, sehingga ia tidak dapat mengubah posisi start terdepan tersebut menjadi kesempatan bertarung memperebutkan poin.

Pembalap berusia 17 tahun itu mengaku cukup percaya diri menatap balapan di Lusail. Selain hasil bagus di masa lalu, podium di Malaysia juga membantu menaikkan optimismenya menjelang seri Qatar. Ia menilai penampilannya di Sepang menjadi suntikan moral yang penting.

Rekam Jejak Manis di Lusail

Lusail bukan lintasan asing bagi Veda. Ia sudah empat kali balapan di sirkuit tersebut pada ajang Asia Talent Cup 2022 dan 2023, dengan tiga kali naik podium dari empat kesempatan. Catatan itu menjadi modal penting menghadapi seri ke-20 Moto3 2026.

Pada Asia Talent Cup 2022, Veda gagal finis pada balapan pertama di Lusail, tetapi finis ketiga pada balapan kedua dari seri pembuka. Setahun kemudian, ia tampil lebih kuat dengan memenangi kedua balapan Asia Talent Cup 2023 di sirkuit yang sama.

Dua kemenangan di Lusail pada 2023 itu turut mengantarkannya menjadi juara umum Asia Talent Cup pada musim yang sama. Pada 2022, ia menutup klasemen akhir Asia Talent Cup di posisi ketiga. Pengalaman tersebut membuat Lusail menjadi salah satu lintasan favoritnya.

Aksi 10 November Diserukan, TNI Siagakan Pasukan Jakarta

Veda sendiri menegaskan kedekatannya dengan sirkuit tersebut. “Untuk Qatar. Saya sudah pernah balap di sini waktu Asia Talent Cup hasil saya bagus, apalagi minggu kemarin saya habis dapat podium. Saya lebih percaya diri di Qatar,” kata Veda dalam wawancara virtual, Kamis, 5 November 2026.

“Ini juga sirkuit yang saya suka jadi saya lebih percaya diri,” sambung pembalap bernomor motor 9 itu.

Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama juga optimistis Veda dapat meraih hasil positif di Moto3 Qatar 2026. Aoyama berharap pembalap itu dapat mempertahankan momentum dari seri sebelumnya, karena Lusail bukan lintasan asing bagi Veda maupun rekan setimnya, Zen Mitani.

Peluang Gelar Rookie Kian Menipis

Di balik peluang podium di Lusail, peluang Veda merebut gelar Rookie of the Year Moto3 2026 semakin menipis. Ia saat ini menempati posisi kedua klasemen rookie dengan 131 poin, tertinggal 74 poin dari Brian Uriarte yang memimpin klasemen dengan 205 poin.

Uriarte hanya membutuhkan tambahan dua poin untuk memastikan gelar rookie terbaik Moto3 2026. Artinya, Moto3 Qatar berpeluang menjadi panggung bagi pembalap Red Bull KTM Ajo tersebut untuk mengunci penghargaan individu itu tanpa harus memenangi balapan.

SU Setujui Hapus File Penyadapan, Tersangka Keempat

Pembalap Spanyol itu tampil konsisten sepanjang musim debutnya di Moto3 2026. Juara Red Bull Rookies Cup 2025 tersebut sudah mengoleksi empat podium, termasuk finis ketiga pada Moto3 Indonesia 2026. Konsistensi itu membuatnya membangun keunggulan cukup besar atas para pesaingnya.

Secara matematis, Veda masih memiliki peluang. Dengan maksimal 25 poin dalam setiap balapan, ia hanya bisa menambah 75 poin dari tiga seri tersisa di Qatar, Portugal, dan Valencia. Skenario itu mengharuskannya memenangi seluruh balapan, sementara Uriarte tidak boleh mendapatkan tambahan poin.

Jika Uriarte berhasil finis di zona poin pada Moto3 Qatar, peluang Veda untuk mengejar gelar rookie terbaik praktis tertutup. Veda sendiri memilih fokus pada balapan di depannya. “Saya akan sepenuhnya fokus pada Qatar,” kata Veda setelah balapan di Malaysia.

Marquez di Ambang Gelar Kedelapan

Di kelas utama, Marc Marquez datang ke Lusail dengan 399 poin dan keunggulan 44 poin atas Jorge Martin yang mengoleksi 355 poin. Marco Bezzecchi berada di urutan ketiga dengan 332 poin, sedangkan Pedro Acosta di posisi keempat dengan 295 poin. Dengan 111 poin masih tersedia, hanya keempat pembalap itu yang masih berpeluang secara matematis menjadi juara dunia.

Marquez memiliki kesempatan pertama mengunci gelar di Qatar. Sepanjang akhir pekan, ia harus mengungguli Martin sebanyak 30 poin dan Bezzecchi sebanyak delapan poin. Syarat itu juga menuntut Marquez setidaknya finis kelima pada Sprint hari Sabtu, karena tanpa hasil itu peluang mengunci gelar pada Minggu menjadi tertutup.

Jika Marquez memperlebar keunggulannya menjadi 74 poin atau lebih pada akhir balapan Minggu, ia akan memastikan gelar sebelum dua seri terakhir. Gelar itu akan menjadi yang kedelapan baginya di kelas MotoGP. Marquez sudah memenangi tujuh balapan utama dan sembilan Sprint musim ini, termasuk kemenangan pada Grand Prix Malaysia akhir pekan lalu.

Marquez juga punya catatan bagus di Lusail dengan dua kemenangan Grand Prix Qatar pada 2014 dan 2025. Lima dari tujuh gelar dunianya sejauh ini dipastikan pada kesempatan pertama. Perjalanannya musim ini terbilang luar biasa, karena 161 hari telah berlalu sejak ia tertinggal 102 poin dari pemuncak klasemen hingga kini berada di ambang penobatan.

Kehadiran Martin di Lusail masih menunggu hasil pemeriksaan medis pada Kamis. Pembalap Aprilia itu mengalami patah tulang radius di lengan kanan saat kecelakaan pada Grand Prix Australia dan absen pada Grand Prix Malaysia. Aprilia memastikan Martin akan terbang ke Qatar untuk menilai kebugarannya dan mencoba membalap.

Akhir pekan di Lusail juga diwarnai keputusan Yamaha yang menarik diri dari Grand Prix Qatar. Monster Energy Yamaha MotoGP dan Prima Pramac Yamaha MotoGP tidak akan tampil, setelah Yamaha menilai kebijakan pembatasan perjalanan perusahaan masih berlaku. “Yamaha telah menginformasikan kepada MotoGP Group mengenai keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar 2026,” demikian pernyataan Yamaha Motor Co., Ltd.

Sebuah laporan juga menyebutkan 19 dari total 22 pembalap MotoGP telah menandatangani surat kepada MotoGP Group yang menyampaikan penolakan terhadap penyelenggaraan balapan di Qatar. Meski demikian, penyelenggaraan Grand Prix Qatar 2026 sejauh ini masih tercantum dalam jadwal dan belum ada perubahan resmi terhadap tanggal pelaksanaan.

Dua wakil Indonesia yang sudah berada di Qatar, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, menilai situasi di sana tetap normal.

Mario yang turun di kelas Moto2 berkata, “Untuk saat ini situasinya kondusif-kondusif aja. Kegiatan berjalan normal. Jadi mungkin nggak sebesar apa yang seperti media terbitkan ya. Ya doakan aja semoga tidak terjadi apa-apa sepanjang akhir pekan.”

Veda yang sudah dua hari berada di Qatar menyampaikan hal senada. “Ya kita di sini juga udah 2 hari. Di sini normal-normal aja. Memang banyak berita lah,” kata Veda.

“Cuman di sini normal-normal aja. Ya semoga semuanya lancar sih. Dan saya cuma fokus balapan aja,” sambung Veda.

Sirkuit Lusail sendiri dikenal dengan karakter balapan malam hari di bawah sorotan lampu. Lintasan sepanjang 5,38 kilometer itu memiliki trek lurus utama yang cukup panjang sehingga membuka peluang bagi pembalap untuk melakukan manuver menyalip. Setelah Qatar, musim 2026 masih menyisakan seri Portugal dan Valencia sebagai dua balapan penutup.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *