KENDARI – Hujan deras yang kembali mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (16/5/2026) malam hingga Minggu dini hari memicu banjir susulan di sejumlah kawasan. Bantaran Kali Wanggu, Jalan Tunggala, kawasan Eks MTQ hingga permukiman sekitar Kali Kadia kembali terendam setelah debit air meningkat drastis akibat curah hujan tinggi.
Di kawasan bantaran Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, situasi paling mencekam terjadi saat warga terpaksa naik ke plafon rumah demi menyelamatkan diri dan barang-barang berharga dari kepungan air.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga panik memindahkan barang ke bagian atas rumah saat air terus naik.
“Warga mengungsi di plafon ini memindahkan barang di atas, kasian,” ujar perekam video.
Ketua Kendari Tanggap Bencana (KARTANA), Matin, mengatakan banjir susulan kembali merendam rumah warga setelah hujan mengguyur Kota Kendari sekitar satu jam sejak pukul 22.00 WITA.
“Air kembali naik setinggi lutut dan masuk ke rumah warga di Wanggu,” ujarnya.
Banjir susulan ini memperparah penderitaan warga Wanggu yang sebelumnya baru saja membersihkan lumpur sisa banjir pekan lalu. Saat air sempat surut pada Sabtu siang, warga mulai membersihkan rumah mereka. Namun malam harinya, hujan deras kembali turun dan membuat Kali Wanggu meluap lagi.
Tak hanya Wanggu, kawasan Eks MTQ Kendari di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia juga lumpuh akibat genangan air yang menutupi hampir seluruh badan jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa memperlambat laju kendaraan saat menerobos banjir.
Seorang pengguna jalan berinisial mengatakan genangan di kawasan tersebut mencapai selutut orang dewasa.
“Pukul 23.51 Wita tadi banjir di sekitar Eks MTQ,” katanya.
Banjir juga kembali menerjang Jalan Tunggala, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua. Air dilaporkan masuk ke rumah-rumah warga dan kawasan perumahan BTN di sekitar lokasi.
Warga setempat, Rahmat, mengatakan banjir di wilayah tersebut sudah menjadi kejadian rutin setiap musim hujan.
“Kalau di BTN masuk (banjir), perumahan warga juga masuk,” ujarnya.
Menurut Rahmat, lemahnya sistem drainase membuat kawasan Jalan Tunggala terus menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur Kota Kendari.
Sementara itu, di Jalan Segar, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, luapan Kali Kadia mulai menggenangi rumah warga di sekitar bantaran sungai. Debit air meningkat cepat seiring hujan yang terus mengguyur hingga tengah malam.
Video yang beredar memperlihatkan air sungai nyaris meluap penuh sebelum akhirnya masuk ke kawasan permukiman warga di dekat jembatan penghubung menuju Jalan Mekar.
Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada Minggu (17/5/2026) dini hari.
BMKG memperingatkan hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara hingga pukul 02.30 WITA.
Untuk wilayah Kota Kendari, daerah yang diprediksi terdampak meliputi Mandonga, Baruga, Poasia, Abeli, Wua-Wua, Kadia, Kambu, Kendari Barat, Puuwatu hingga Nambo.
BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir susulan, genangan air, pohon tumbang hingga terganggunya jarak pandang akibat cuaca ekstrem.
Rentetan banjir yang terus berulang di Kota Kendari kembali memunculkan sorotan terhadap lemahnya penanganan drainase dan tata ruang kota.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar banjir susulan tidak terus menjadi ancaman tahunan bagi masyarakat. (MS Network)
Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment