Ekonomi & Bisnis Sultra
Home / Sultra / Stok Pupuk Melimpah, Petani Sulawesi Tenggara Diminta Gerak Cepat

Stok Pupuk Melimpah, Petani Sulawesi Tenggara Diminta Gerak Cepat

Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani. Ist

MAKASSAR – Musim tanam April–September menjadi momentum krusial bagi petani di Sulawesi Tenggara.

Di tengah lonjakan kebutuhan, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman—bahkan melimpah.

Perusahaan negara tersebut menyiapkan pasokan hingga 205.451 ton untuk wilayah Indonesia Timur (Regional 4). Jumlah ini berada di atas ketentuan minimum pemerintah dan cukup memenuhi kebutuhan petani selama 4 hingga 5 pekan ke depan.

Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menegaskan bahwa stok telah tersebar hingga gudang lini III di tingkat kabupaten/kota, termasuk gudang distributor dan titik serah pupuk (PPTS). Dengan demikian, pupuk kini berada lebih dekat dengan petani dan siap ditebus kapan saja.

“Pupuk ini sudah tersedia di titik distribusi terdekat. Kami mendorong petani segera melakukan penebusan agar produktivitas musim tanam bisa optimal,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Denyut Kreativitas di Kendari, Sultra: Barang Tak Terpakai Menjelma Jadi Karya Bernilai Ekologis

Serapan Tinggi, Momentum Sekaligus Peringatan

Tingginya serapan pupuk di Indonesia Timur menjadi indikator positif, namun sekaligus peringatan bagi petani agar tidak menunda.

Hingga April 2026, realisasi penyaluran di Regional 4 telah mencapai 357.227 ton atau sekitar 21 persen dari total alokasi tahunan sebesar 1,68 juta ton.

Secara nasional, penyaluran pupuk bersubsidi telah menyentuh 2,85 juta ton atau 29 persen dari total alokasi 9,85 juta ton. Angka ini menunjukkan distribusi berjalan efektif, didukung sistem yang semakin modern dan terintegrasi.

Regulasi Disederhanakan, Harga Lebih Terjangkau

Putra Wawonii, Sulawesi Tenggara Jamal Aslan Raih Doktor Cumlaude Terbaik di Unhas

Kemudahan akses pupuk menjadi faktor penting meningkatnya serapan. Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 telah menyederhanakan tata kelola distribusi.

Selain itu, harga pupuk bersubsidi juga telah diturunkan hingga 20 persen sejak Oktober 2025, memberikan ruang lebih besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas.

Kini, petani tidak perlu lagi menghadapi birokrasi panjang. Penebusan pupuk bisa dilakukan sejak awal tahun, sehingga perencanaan tanam menjadi lebih fleksibel.

Distribusi Diperkuat hingga Daerah

Untuk memastikan kelancaran distribusi, Pupuk Indonesia menyiapkan 107 Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan 2.207 titik serah (PPTS) yang tersebar di seluruh Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Tenggara.

Tekanan Global Mencekik, Sulawesi Tenggara Andalkan APBN dan Nikel untuk Bertahan

Jaringan ini menjadi kunci agar pupuk benar-benar tersedia di lapangan, bukan hanya pada level pusat distribusi.

Dorongan Menuju Swasembada Pangan

Melalui forum media di Makassar, Pupuk Indonesia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan media dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama mendorong swasembada pangan nasional.

Bagi petani di Sulawesi Tenggara, situasi ini menghadirkan peluang besar. Stok tersedia, akses dipermudah, harga lebih terjangkau—namun semua itu menuntut respons cepat.

Pesannya jelas: pupuk ada, kesempatan terbuka—petani jangan menunggu. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *