KENDARI — Kebutuhan ambulans udara di Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak untuk mempercepat evakuasi pasien gawat darurat dari wilayah kepulauan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh meminta Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran untuk penyediaan layanan transportasi medis udara di provinsi tersebut.
Nihayatul menyampaikan desakan itu setelah meninjau langsung RSUD Bahteramas di Kendari, Sabtu (10/10/2026), dalam rangkaian kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI.
Menurutnya, kondisi geografis Sultra yang mencakup wilayah daratan dan kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pelayanan kesehatan. Sejumlah daerah berada terpisah oleh laut, sehingga perjalanan menuju fasilitas kesehatan rujukan dapat memerlukan waktu berjam-jam.
Dalam kondisi darurat, keterbatasan transportasi dan lamanya perjalanan berpotensi memperlambat penanganan pasien yang membutuhkan pertolongan segera.
“Sulawesi Tenggara ini 60% kepulauan. Dari satu pulau ke pulau lain, ini butuh waktu berjam-jam. Bayangkan kalau sakit dan harus naik kapal, saya tidak bisa membayangkan kalau dalam kondisi kritis. Ini membutuhkan ambulans terbangnya ini penting sekali,” ujar Nihayatul.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai ambulans udara, baik berupa pesawat maupun helikopter medis, diperlukan untuk mempercepat evakuasi dan rujukan pasien dari wilayah kepulauan menuju fasilitas kesehatan dengan kemampuan penanganan yang lebih lengkap.
Karena itu, Nihayatul meminta Kementerian Kesehatan memasukkan kebutuhan ambulans udara Sultra dalam perencanaan anggaran periode berikutnya.
“Kementerian Kesehatan mohon untuk anggaran berikutnya bila ada penyediaan ambulans terbang, Sulawesi Tenggara untuk bisa dimasukkan dalam anggaran ambulans terbang untuk memastikan masyarakat Sulawesi Tenggara di pulau-pulau ini untuk bisa mendapatkan akses kesehatan haknya warga negara,” tandasnya.
Transportasi Medis untuk Wilayah Kepulauan
Secara geografis, Sultra memiliki wilayah daratan dan kepulauan yang tersebar di kawasan tenggara Pulau Sulawesi. Sejumlah daerah, termasuk Wakatobi, Buton, Muna, dan Konawe Kepulauan, menghadapi karakteristik geografis yang membuat konektivitas antardaerah menjadi faktor penting dalam pelayanan publik.
Dalam sektor kesehatan, kondisi tersebut menuntut sistem rujukan yang mampu menjangkau pasien secara cepat, terutama ketika fasilitas kesehatan setempat belum memiliki kapasitas untuk menangani kondisi medis tertentu.
Transportasi laut tetap menjadi penghubung utama bagi banyak masyarakat kepulauan. Namun, untuk kasus yang membutuhkan penanganan segera, ambulans udara berpotensi menjadi alternatif guna mempercepat pemindahan pasien ke rumah sakit rujukan.
Agar efektif, penyediaan ambulans udara perlu didukung sistem rujukan yang terintegrasi, kesiapan fasilitas penerima pasien, tenaga medis terlatih, serta mekanisme operasional yang sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat.
DPR Dorong Transportasi Udara bagi Pasien Darurat
Senada dengan Nihayatul, Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi menilai kebutuhan transportasi udara untuk pasien darurat di Sultra perlu mendapat perhatian pemerintah pusat.
Ia menyoroti tantangan rujukan pasien dari sejumlah daerah, seperti Raha dan Baubau, menuju Kendari sebagai ibu kota provinsi. Perjalanan yang panjang dapat menjadi hambatan bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera.
Ashabul mengatakan Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah pusat mempertimbangkan penyediaan layanan transportasi udara khusus bagi pasien gawat darurat.
“Sehingga disampaikan oleh Ibu Ketua rombongan (Nihayatul), bahwa kita menyarankan dan mengusulkan kepada pemerintah pusat tentang perlunya ada pelayanan udara, penyediaan transportasi udara yang bisa membawa pasien khususnya yang darurat-darurat menuju ke pesawat dan helikopter,” pungkas Ashabul.
Usulan tersebut menempatkan ambulans udara sebagai salah satu opsi untuk memperkuat sistem rujukan medis di Sultra. Dengan dukungan anggaran, infrastruktur, dan koordinasi antarfasilitas kesehatan, layanan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat kepulauan terhadap pelayanan kesehatan darurat. (MS Network)

Comment